Yogyakarta, HarianBernas.com – Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Kota Yogyakarta, menargetkan setiap kecamatan memiliki satu elektronik warung gotong royong, Minggu (28/8).
“Sudah ada satu elektronik warung gotong royong (e-warong) di Bintaran Mergangsan. Pada tahap awal, harapannya setiap kecamatan memiliki satu e-warong,” jelas Hadi Muchtar, Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Yogyakarta.
Untuk satu e-warong di setiap kecamatan, masih perlu dilakukan survei dan kajian yang lebih detail mengenai kebutuhan e-warong di wilayah karena fungsinya akan terus dikembangkan. Selain menjual bahan kebutuhan pokok untuk peserta Program Keluarga Harapan (PKH), fungsi e-warong akan terus ditambah, yaitu sebagai penyalur program beras untuk keluarga miskin (raskin).
Berdasarkan kajian, satu warung bisa melayani 300 peserta PKH di wilayah sehingga kami berusaha setiap kecamatan memiliki e-warong agar lebih terjangkau. Di Kota Yogyakarta, jumlah peserta program keluarga harapan tercatat sebanyak 3.302 peserta.
Pada tahap awal, akan diberikan kartu keluarga sejahtera (KKS) yang berfungsi layaknya kartu tarik tunai di mesin ATM karena dana bantuan akan langsung masuk ke rekening setiap peserta program keluarga harapan di Kota Yogyakarta.
Dengan KKS, peserta berbelanja di e-warong atau memanfaatkannya untuk mencukupi kebutuhan anak.
“Nantinya, bantuan untuk raskin juga akan disalurkan melalui kartu KKS. Namun, untuk tahun ini, digunakan untuk bantuan program PKH terlebih dulu,” tuturnya.
Pencairan raskin dengan menggunakan kartu keluarga sejahtera baru dapat diwujudkan di tahun 2017. Jika ada peserta yang meninggal dunia, penggantian dilakukan berdasarkan musyawarah kelurahan dan dilanjutkan ke Pemerintah Pusat untuk setujui.
