Kulon Progo, HarianBernas.com — PT Kereta Api Indonesia (KAI) mulai mengkaji dengan studi lapangan agar rencana program pembuatan jalur kereta mendukung pembangunan bandara baru NYIA (New Yogyakarta Internatonal Airport) yang prediksi selesai 2019, Senin (29/8).
Tri Septa Riza, Tim Engineering Project PT KAI menjelaskan timnya sedang mempelajari situasi geografi di lapangan untuk menyusun perencanaan, khususnya lokasi letak rel yang mengarah bandara.
“Studi dan pencermatan di lapangan untuk menyusun perencanaan desain rel kereta api menuju bandara,” jelasnya.
Pihaknya telah mengambil foto lokasi via udara agar dapat mengambil gambar dari berbagai posisi. Hasil penelitian ini akan dipakai sebagai bahan rapat hari Rabu (30/8) di Jakarta. Situasi lapangan sangat diperlukan untuk menyusun perencanaan letak rel yang paling baik.
?Kami berusaha keras meminimalisir melewati permukiman penduduk,”terangnya.
Astungkoro, Sekda Kulon Progo menjelaskan untuk pembangunan jalur rel kereta api, sedang dibahas lokasi yang akan dilewati rel. PT KAI usulkan empat jalur alternatif untuk mendukung bandara dan sementara, akan menggunakan bekas stasiun KA Kedundang.
“Berdasarkan studi di lapangan, ada kemungkinan bergeser. Bentuknya seperti apa, melengkung atau bagaimana, sedang dipelajari. Yang hemat, memang lurus dari Stasiun Kedundang menuju huruf T bandara,” jelasnya.
Setelah rancangan pembangunan jalur kereta bandar selesai dan disetujui, PT KAI akan mengusulkan Izin Penetapan Lokasi (IPL). Setelah IPL turun, pengerjaan jalur kereta menuju bandara langsung dibangun.
