Yogyakarta, HarianBernas.com — Australia menilai Indonesia mitra ekonomi strategis karena tingkat pertumbuhan ekonomi yang cepat dan berpopulasi besar, Senin (29/8).
Untuk itu, Duta Besar Australia, John McCarthy kembali memetakan peluang kerja sama di bidang ekonomi seiring terus membaiknya hubungan kedua negara itu melalui Dialog Indonesia-Australia ke-III di Yogyakarta 29-30 Agustus.
“Kedekatan ini harus kita manfaatkan untuk sama-sama menumbuhkan perekonomian kedua negara,” jelas John.
Selain itu, Duta Besar Australia, John McCarthy menuturkan bahwa Indonesia sebagai negara dengan tingkat pertumbuhan ekonomi cukup cepat serta memiliki populasi penduduk yang besar cukup strategis sebagai mitra ekonomi Australia.
Kalangan pengusaha di Australia sempat menyoroti kerumitan perizinan atau regulasi di Indonesia sehingga sering menjadi kendala dalam investasi ataupun ekspor-impor. Namun, saat ini, regulasi yang dinilai kompleks itu sudah mulai dipermudah dan terbuka.
“Kompleksitas perizinan itu, saya dengar mulai terbuka,” komentarnya.
Sejumlah sektor potensial yang terus dikerjasamakan dengan Indonesia, misalnya industri ekstraktif, teknologi, jasa keuangan, industri manufaktur, pendidikan, dan pariwisata.
Menurut Duta Besar Australia, John McCarthy, awalnya Australia seperti Indonesia, yaitu hanya berfokus mengolah sumber daya alam sebagai sumber ekonomi, lalu merambah pada pengembangan teknologi dan pendidikan.
Sementara itu, Kris Sulisto, Presiden Indonesia Australia Business Council (IABC) menuturkan kerja sama ekonomi antara Indonesia dengan Australia seharusnya telah kuat lama karena kedekatan geografis.
Indonesia saat ini belum masuk dalam daftar 10 negara mitra perdagangan Australia. Hubungan ekonomi Indonesia belum dekat dengan Australia. Malaysia dan Thailand bisa masuk daftar 10 negara mitra perdagangan Australia. Mengapa Indonesia tidak. Ada yang belum dipahami Australia dari Indonesia.
Industri pengembangbiakkan sapi bisa menjadi contoh kerja sama potensial yang dapat dikerjakan Indonesia dengan Australia.
