Gunung Kidul, HarianBernas.com – Sejumlah warga di Desa Bohol, Gunung Kidul,Yogyakarta, mulai membeli air dengan harga Rp140 ribu untuk 5.000 liter karena mulai kekurangan air bersih, Selasa (23/8).
Suparmin, Sekretaris Desa (sekdes) Bohol menjelaskan ada dua dusun yang sudah kekurangan air dari delapan dusun yang ada di Desa Bohol, yaitu Dusun Wuru dan Ngasem Kidul.
“Karena menurunnya curah hujan seminggu terakhir, sebagian warga di dua dusun membeli air dari pihak swasta. Hujan sudah tidak turun dalam sepekan,” jelas Sekdes Desa Bohol.
Saat memasuki musim kemarau, biasanya seluruh desa sudah kekurangan air. Namun, karena adanya kemarau basah, hujan masih turun beberapa bulan terakhir. Biasanya, awal kemarau sudah mulai membeli. Namun, saat ini di bak penampungan milik sebagian besar warga masih ada airnya, imbuhnya.
Air seharga Rp140 ribu per 5.000 liter, bisa digunakan selama 3 minggu. Semoga ada hujan lagi sehingga kekeringan tidak meluas. Jika meluas, kami akan meminta bantuan ke pemerintah kabupaten, harap Sekdes Suparmin.
Sementara itu, Dwi Warna Widi Nugraha, Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Gunung Kidul mengakui bahwa belum ada permintaan dropping air dari pemerintah desa sampai saat ini.
“Sampai saat ini, belum ada permintaan air bersih,” ucapnya.
Pihaknya menerangkan bahwa anggaran distribusi air sebesar Rp650 juta sampai saat ini belum digunakan karena belum adanya permintaan dari pemerintah desa. Biasanya mulai akhir Mei sudah banyak permintaan untuk dropping air. Akan tetapi, pada tahun ini belum ada yang masuk.
