JAKARTA, HarianBernas.com – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati tak menyangkal bahwa Pemerintah boros memakai anggaran belanja selama ini.
“Apakah kita boros? Nampaknya iya,” ucap Ani saat rapat kerja bersama Banggar DPR, Selasa malam di Komplek Parlemen, Senayan (30/8/16).
Menkeu menyoroti anggaran tunjangan profesi guru di daerah sebesar Rp23,3 triliun sehingga harus ditunda. Anggaran tunjangan profesi guru tak bisa dicairkan karena data menunjukkan bahwa masih banyak guru yang tak bersertifikat.
Sri Mulyani meyakini kebenaran database sehingga data guru dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di daerah harus terus diperbaiki sehingga bisa dilakukan perencanaan dengan baik. Perbaikannya, pengurangan dari jumlah guru yang belum bersertifikasi.
Selain itu, Sri Mulyani menyoroti perjalanan dinas dan pemeliharaan gedung yang boros sehingga juga harus dihemat. Namun, ia menjamin anggaran belanja modal dan infrastruktur tidak terkena pemangkasan.
“Proyek pemerintah berhenti? saya akan tanya melihat ke K/L terkait untuk proyek diminta multiyears bukan diberhentikan. Tapi kecepatan pembangunan tidak terlalu cepat di 2016. Proyek Rp1 triliun akan selesai 18 bulan, sekarang 24 bulan sehingga tetap berjalan,” jelas dia.
