JAKARTA, HarianBernas.com – Sebanyak 3000 peserta akan mengikuti perhelatan Milo School Competition yang akan mempertandingkan kategori U-13 dan U-15 dengan menggunakan standar sirkuit nasional.
Dalam pelaksanaanya, perhelatan ini mengunjungi beberapa kota, seperti Pekanbaru pada 11-16 April, Cirebon 23-28 Mei, Solo 2 Agustus-3 September, Banjarmasin 3-8 Oktober, Surabaya 17-22 Oktober, dan Manado 7-12 November.
Nantinya para juara di perhelatan ini akan mendapatkan poin sesuai dengan kategori kelompok usia, dimana akan berpengaruh pada peringkat peserta di PBSI. Dimana pada kelompok U-13 peringkat pertama mendapatkan poin 200 poin, peringlat dua 170 poin, dan peringkat tiga 140 poin.
Sedangkan kelompok U-15 peringkat pertama akan mendapatkan 300 poin, peringkat kedua 22 poin, dan peringkat tiga 210 poin.
“Kualitas kompetisi ini senantiasa meningkat setiap tahunnya, dan ini menjadi wadah bagi pebulutangkis muda untuk bersaing dan mengejar prestasi serta menunjukkan kemampuannya,” kata Kepala Sub Bidang Pelatnas PP PBSI, Ricky Soebagdja di Jakarta, Kamis (25/8/16).
Tercatat sejak awal penyelenggaraan ini digulir 2002 lalu, kompetisi ini telah melahirkan beberapa atlet andalan Indonesia, seperti Tommy Sugiarto, Jonathan Christie, Anthony Sinisuka Ginting, dan beberapa atlet lainnya.
Menanggapi hal ini, Kepala Komunikasi Publik Kemenpora, Gatot Dewabroto mengaku pemerintah mendukung perhelatan ini sebagai salah satu pembinaan yang bisa sejalan dengan program PP PBSI, dimana tujuannya melahirkan renegerasi bulutangkis Indonesia.
