HarianBernas.com – Vokalis dan juga pencipta lagu, Tulus (28) mengatakan bahwa ada satu lagu yang bermakna sangat personal bagi dirinya dalam album terbarunya yang bertajuk Monokrom, yang baru saja diluncurkan pada Rabu ini (3/8/2016).
“Yang paling personal itu ya 'Monokrom',” tutur Tulus dalam wawancara ketika hadir dalam acara peluncuran album Monokrom di Restoran Kembang Goela, Jakarta Pusat, Rabu.
Tulus juga memberi contoh sebagian lirik Monokrom, yakni, Lembaran foto hitam putih / aku coba ingat lagi warna bajumu kala itu / kali pertama di hidupku manusia lain memelukku.
“Itu merupakan momen ibu saya yang memeluk saya pertama kali,” tutur pelantun Sepatu ini.
Bait-bait lainnya, yang berkata, Lembaran foto hitam putih / aku coba ingat lagi wangi rumah di sore itu / kue cokelat warna warni / pesta hari ulang tahun, juga lahir dari kenangan pribadi yang Tulus.
?Itu adalah hari ulang tahun ketujuh saya yang pertama kali dirayakan serta difoto. Masih ada fotonya,” tutur pria asal Bukittinggi, Sumatera Barat.
“Foto-foto itu bisa mengembalikan semua ingatan saya tentang warna real-nya,” tambah Tulus.
Didukung juga oleh Wardah dan Demajors, CD album Monokrom ini telah disebar ke 100 titik toko musik di seluruh Indonesia mulai hari Rabu ini (3/8/2016). Album tersebut beredar juga secara digital di Malaysia.
Terlebih lagi melambungnya nama Tulus di dunia musik Indonesia tak lepas dari peran sang kakak yakni Riri Muktamar Rusydi.
Menembus industri musik tentu bukanlah hal yang mudah. Banyak faktor yang harus dilewati, termasuk juga soal komitmen dan biaya. Tulus bukan hanya penyanyi yang lahir dari ajang pencarian bakat, ia bukan pula yang direkrut perusahaan rekaman, untuk itu dia harus bekerja keras dengan mewujudkan mimpinya berdiri di panggung musik nasional.
Riri merupakan sosok pertama yang yakin dan juga memberi keyakinan pada Tulus, supaya mewujudkan cita-citanya menjadi penyanyi profesional. Intinya mimpi Tulus akhirnya benar-benar terwujud. Namanya bahkan menjadi salah satu solois Indonesia yang paling diperhitungkan saat ini.
?Bagi saya, Bang Riri seperti (sosok) papa. Rentang umur saya dan bapak saya juga jauh, untuk menyamakan cara pikir sangat sulit. Abang ini seperti papa yang jauh lebih muda,? tutur Tulus.
Tulus tidak kuasa untuk menahan haru pada saat menceritakan sosok Riri baginya. Riri yang berada di dekat Tulus pada saat jumpa pers juga yang merasa hal yang sama.
Baca jugaTulus Sukses Dapatkan Histeria Pengunjung Jakcloth 2016
Suasana jumpa pers yang pada awalnya komunikatif pun mendadak jadi hening. Tulus dan Riri juga menangis. Menyadari sang adik terharu, Riri pun lantas menyambangi Tulus dan juga memeluknya. Rasa haru tidak lagi milik mereka berdua, tetapi menyeruak ke seluruh ruangan.
?Saya bersyukur sekali juga punya kakak (Riri) dan tumbuh di keluarga saya yang dibesarkan,? tutur Tulus dengan intonasi yang tampak bergetar, tanda masih dapat menahan haru.
Menyadari jika seisi ruangan terbawa suasana, Tulus pun mencoba mencairkan suasana dengan sedikit canda, ?Tolong jangan ditulis yang drama-drama ya.? Tutur Tulus.
Puluhan awak media juga menyambut canda Tulus dengan tawa. Memahami bahwa yang baru saja terjadi ialah sebuah peristiwa tulus, emosi yang meluap atas adanya refleksi ikatan persaudaraan kandung yang begitu sangat kuat.
Saat ini, Riri juga bertanggung jawab pada TulusCompany, perusahaan rekaman yang pun menangani konsep bisnis musik Tulus.
?Kami dirikan ini (TulusCompany) dari tahun 2010. Semua dari pertemuan saya, Tulus, dan juga Bang Ari. Sebenarnya saya sudah pernah hidup terpisah agak lama dari Tulus. Saya juga butuh waktu untuk memahami dia, dia juga begitu.? Kata Riri.
?Saya seorang enterpreneur, jika ada persoalan antara kami, biasanya saya akan kembali berpikir atas niat saya di tahun 2010 itu, niat saya adalah membantu adik saya. Pada waktu itu Tulus bilang mau rekam lagu-lagunya secara lebih serius.? Tutup Riri.
Sejauh ini Tulus sudah merilis tiga album, yakni Tulus (2011), Gajah (2013), dan yang paling baru saja diluncurkan.
