Yogyakarta, HarianBernas.com- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta menyebut potensi terjadinya hujan lebat dengan petir disertai angin kencang saat memasuki musim pancaroba di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kamis (22/9).
?DIY saat ini masuk musim pancaroba. Pada masa ini, potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang berpotensi muncul terutama sore sampai malam hari,” jelas Joko Budiono, Koordinator Stasiun Klimatologi, Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta.
Dari pantauan kondisi atmosfer terkini, DIY sedang memasuki masa pancaroba beberapa hari ke depan sehingga berpotensi mengalami hujan lebat dengan kilat atau petir dan angin kencang. Situasi ini juga berpeluang terjadinya gelombang tinggi yang mencapai 2,5 sampai 4 meter di wilayah pantai selatan Jawa.
Intensitas hujan yang tinggi akan terjadi di wilayah Sleman, Kulon Progo, dan Kota Yogyakarta. “Prediksi curah hujan untuk Sleman dan Kulon Progo selama September dapat mencapai 50-100 milli meter,” terangnya.
Untuk itu, masyarakat meningkatkan kewaspadaaan tentang dampak yang bisa terjadi misal longsor, banjir, dan pohon tumbang. Penguna transportasi laut dan para nelayan juga wajib meningkatkan kewaspadaan.
Hujan dengan intensitas tinggi saat ini di beberapa wilayah Indonesia, termasuk DIY, terjadi karena adanya fenomena Madden Julian Oscilator (MJO), yaitu munculnya gugusan uap air yang aktif di wilayah Indonesia sehingga menyebabkan peningkatan intensitas hujan.
“Kondisi ini diperkirakan berlangsung tiga hari ke depan. Kami imbau masyarakat untuk waspada,” pesannya.
