Yogyakarta, HarianBernas.com-Jogja International Street Performance 2016 akan segera digelar di beberapa ruang publik Kota Yogyakarta pada tanggal 25-26 September 2016.
Sejumlah seniman mancanegara akan berpartisipasi dalam event tahunan ini antara lain dari Korea, Singapura, Australia, Srilangka, Jepang, dan Belanda.
Tema yang diusung dari Jogja International Street Performance (JISP) 2016 adalah #4 Jogja The Dancing City dengan tagline: Jogja Jejogedan.Sejumlah seniman kontemporer ataupun tradisional dari luar negeri ikut memeriahkan, terang Bambang Paningron, Direktur Jogja International Street Performance (JISP) 2016 di Yogyakarta,Kamis (22/9).
“Event yang bersifat internasional ini diharapkan bisa menjadi ruang pemersatu budaya antarbangsa,” kata Bambang.
Acara yang akan digelar bersama Dinas Pariwisata DIY ini akan memusatkan acara ddi sepanjang jalur Jalan Mangkubumi Yogyakarta. Akan ada tiga panggung. Pembukaan akan dilakukan di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta. Untuk pertunjukan di jalanan, tidak hanya untuk seniman.
?Kami juga mempersilakan dan memberikan ruang bagi masyarakat yang ingin berekspresi,”imbuhnya.
Beberapa nama seniman seni pertunjukan terutama musik dan tari dari luar negeri yang melakukan pertunjukan berskala internasional, yaitu Gerard Mostred (Belanda), Oscar Abanu (Australia), Rina Takahashi, Jun Amanto, Namahage (Jepang), Korea Traditional Performing Arts (Korea), Lyn Hanis (Singapura), Gamini Basnayake (Srilangka), dan Syahrin Johry.
Dari dalam negeri, akan ditampilkan Sanggar Tari Didik Nini Thowok (Yogyakarta), Topeng Losari (Cirebon), Boby Aris &Wisnu Aji (Solo/Yogyakarta), Lengger Lanang (Banyumas), Daya Presta (Yogyakarta), dan Sekaa Gong Merdangga Girikusuma (Bali).
Arya Nugrahadi, Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata Dinas Pariwisata (Dispar) DIY, menyebut “Jogja International Street Performance 2016” bisa menjadi daya tarik wisata sehingga banyak wisatawan datang ke Yogyakarta.
