Yogyakarta, HarianBernas.com– Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta memperingatkan warga untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem beberapa hari ke depan karena memasuki pancaroba, Kamis (22/9).
“Potensi cuaca ekstrem yang perlu diwaspadai beberapa hari ke depan adalah meningkatnya curah hujan dan angin kencang,” kata Agus Winarto, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta.
Selain masyarakat, BPBD Kota Yogyakarta juga mengimbau warga dalam Kampung Tangguh Bencana (KTB) untuk mengaktifkan posko kesiapsiagaan bencana di wilayahnya.
Kota Yogyakarta mempunyai 75 kampung tangguh bencana. Sebagian KTB dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang untuk antisipasi bencana.
“Mitigasi, kesiapsiagaan, dan kewaspadaan harus dilakukan karena potensinya jelas. Antisipasi akan lebih baik daripada penanganan bencana,”imbuhnya.
BPBD Kota Yogyakarta juga memperingatkan warga di bantaran sungai untuk memperhatikan kondisi sekitarnya terutama saat hujan, misal kenaikan permukaan sungai dan kecepatan aliran. Seluruh sungai Kota Yogyakarta memiliki potensi bencana sama, yaitu terjadinya luapan air ke permukiman penduduk dan tebing longsor.
Kota Yogyakarta juga memiliki sembilan perangkat EWS (early warning system) di Sungai Code dan Sungai Gajah Wong. Alat EWS di Sungai Code terpasang di enam lokasi, yaitu Jogoyudan, Gondolayu, Keparakan, Surokarsan, Juminahan, dan Jembatan Kewek, sedangkan di Sungai Gajah Wong terpasang di Gambiran, Warungboto, dan Ponggalan.
Perangkat EWS di bantaran sungai akan membantu warga untuk melakukan langkah antisipasi dan evakuasi lebih dini terhadap potensi banjir atau luapan air sungai.
