Yogyakarta, HarianBernas.com– Sektor industri harus memperbanyak jumlah peneliti nasional untuk kepentingan penelitian nasional agar meningkatkan kualitas bangsa, Kamis (22/9).
“Pemerintah mendesak dunia industri untuk menambah jumlah peneliti Indonesia melalui berbagai kegiatan penelitian yang bermanfaat bagi kehidupan manusia,” terang Muhammad Nasir, Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) dalam siaran persnya.
Dari 40 ribu jumlah peneliti di Indonesia, hanya 18 persen di lingkungan industri. 60 persen peneliti, berada di lingkungan perguruan tinggi dan 22 persen berada di lembaga penelitian Pemerintah.
Saat ini, industri berperan memproduksi barang dan jasa bernilai ekonomis sekaligus menjadi pelaku utama untuk kegiatan inovasi. Harapannya, industri dapat memperbanyak jumlah peneliti dan mengalokasikan dana untuk riset dan pengembangan.
Selain itu, industri juga harus menaikan dana riset nasionalnya menjadi 1 persen dari PDB (produk domestik bruto). Tidak mungkin mengandalkan anggaran pemerintah yang terbatas.
Anggaran riset Indonesia saat ini hanya 0,08 persen dari PDB. 80 persen berasal dari anggaran pemerintah dan 20 persen berasal dari industri dan swasta.
“Berbeda dengan negara yang sudah maju, anggaran riset dari dunia industri mencapai 75 persen. Perguruan tinggi selayaknya mengubah paradigma dari konsep universitas pengajaran menjadi universitas riset,” jelasnya.
