HarianBernas.com – Mendengar kata pedang, maka orang akan langsung membayangkan benda tajam berbentuk panjang yang terbuat dari logam. Bayangan yang sama sekali tidak salah karena memang demikianlah pedang yang selama ini kita kenal. Tapi tahukah anda kalau di pedalaman Amerika Tengah pada masa silam, ada pedang yang sama sekali tidak menggunakan bahan logam?
Pedang tersebut adalah macuahuitl, pedang khas banga Aztek. Tidak seperti pedang pada umunya, macuahuitl sama sekali tidak menggunakan bahan logam karena bangsa Aztek belum mengenal teknologi pembuatan baja. Namun jangan sekali-kali meremehkan senjata ini. Menurut kesaksian penjelajah Spanyol yang ikut terlibat dalam penaklukan Aztek, macuahuitl cukup kuat untuk memenggal leher seekor kuda.
Macuahuitl terdiri dari kayu besar yang berbentuk pipih. Bagian bawahnya berbentuk lebih sempit dan berfungsi sebagai pegangan. Di sepanjang sisi macuahuitl, terdapat potongan batu obsidian yang sudah diasah menjadi tajam dan ditempel dengan menggunakan getah pohon. Bagian obsidian inilah yang digunakan untuk menebas dan melukai target.
Macuahuitl memiliki ukuran yang bervariasi dan menyesuaikan tujuan penggunaannya. Macuahuitl yang panjangnya kurang dari 1 meter cara penggunaannya tidak berbeda dengan pedang satu tangan biasa. Namun macuahuitl yang berukuran lebih besar harus digunakan dengan memakai kedua tangan. Pengguna macuahuitl tipe ini memerlukan ruang gerak yang cukup luas di medan tempur supaya dia bisa mengayunkan senjatanya tanpa melukai kawannya sendiri secara tidak sengaja.
