Palu, Bernas.id – Masjid Al-Munawarah Palu menerapkan standar Juru Sembelih Halal (Juleha) dalam pelaksanaan penyembelihan hewan kurban Iduladha 1447 Hijriah. Penerapan standar tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh proses penyembelihan berjalan sesuai syariat Islam, memperhatikan kesejahteraan hewan, serta memenuhi aspek kebersihan dan keamanan pangan.
H. Musliman, tokoh masyarakat sekaligus Dewan Penasehat Juru Sembelih Halal (Juleha), mengatakan pelaksanaan kurban di Masjid Al-Munawarah tahun ini melibatkan petugas yang telah mendapatkan pelatihan dan pembinaan khusus mengenai tata cara penyembelihan halal.
“Tahun ini di Masjid Al-Munawarah disembelih 48 ekor sapi dan empat ekor kambing dan seekor domba. Proses penyembelihan dilakukan sesuai syariat Islam dengan melibatkan petugas yang memahami standar Juleha sehingga seluruh tahapan dapat berjalan dengan baik dan profesional,” kata Musliman, Selasa (27/5/2026).
Menurut dia, penyembelihan hewan kurban merupakan ibadah yang memiliki nilai spiritual sekaligus tanggung jawab dalam pelaksanaannya. Karena itu, setiap petugas harus memahami teknik penyembelihan yang benar, penggunaan peralatan yang sesuai, hingga tata cara memperlakukan hewan sebelum dan sesudah disembelih.
Musliman menjelaskan, pelatihan Juleha mencakup berbagai materi, mulai dari teknik mengasah pisau, prosedur penyembelihan sesuai syariat, penanganan hewan kurban, hingga pengelolaan daging agar tetap higienis sebelum didistribusikan kepada masyarakat.
“Juru sembelih halal tidak hanya dituntut mampu menyembelih, tetapi juga memahami aspek syariat, kebersihan, dan etika perlakuan terhadap hewan. Semua itu menjadi bagian penting dalam pelaksanaan kurban,” ujarnya.
Ia menambahkan, Iduladha tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan penyembelihan hewan kurban, tetapi juga sebagai momentum memperkuat ketakwaan, keikhlasan, dan kepedulian sosial. Nilai tersebut tercermin dari kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS yang menjadi dasar pelaksanaan ibadah kurban bagi umat Islam.
Menurut Musliman, pelaksanaan kurban di Masjid Al-Munawarah selama ini dikenal tertata karena didukung persiapan yang matang. Panitia melakukan koordinasi dan pembekalan kepada petugas jauh sebelum hari penyembelihan sehingga seluruh proses dapat berlangsung lancar.
Selain didukung tenaga terlatih, panitia juga menggunakan fasilitas dan peralatan yang memadai untuk mempercepat proses pemotongan, pengolahan, dan distribusi daging kurban kepada masyarakat yang berhak menerima.
“Tujuan utama kurban adalah ibadah dan berbagi kepada sesama. Karena itu, seluruh proses harus dilaksanakan sesuai tuntunan agama agar memberikan manfaat dan keberkahan bagi semua pihak,” kata Musliman.
Ia berharap penerapan standar Juleha dalam pelaksanaan kurban dapat semakin meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya penyembelihan halal yang sesuai syariat serta memperkuat semangat kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
