BANTUL, HarianBernas.com – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Bantul, Yogyakarta, menyebut budi daya lele dengan menggunakan buis beton bisa dipanen pada umur dua bulan, Minggu (18/9/16).
Buis beton sebagai media kolam lebih efisien daripada kolam yang berukuran luas karena ikan lele serasa akan berada di lubang yang dalam dan suhu hangat yang berdampak pada metabolisme tinggi sehingga lele akan makan banyak dan cepat besar.
“Inovasi teknologi budi daya lele dengan buis beton ini efisien lahan, efisien pakan, dan waktu. Sudah bisa dipanen pada umur dua bulan,” jelas Yus Warseno, Kabid Kelautan dan Perikanan Tangkap DKP Bantul di Bantul.
Budi daya ikan lele dengan buis beton diameter 60 centimeter dan tinggi 80 cm cocok diterapkan di lahan sempit atau seputaran rumah. Budidaya ikan lele dengan buis beton sudah dilakukan di perumahan Desa Bangunjiwo Kasihan. Teknologi ini bebas pencemaran lingkungan karena limbah tidak berbau busuk dan dapat dimanfaatkan menjadi pupuk cair bagi tanaman.
Budidaya ikan lele di buis beton, selain menghemat waktu, juga menghemat pemberian pakan selama sekitar 15 hari. Dengan bentuk lingkaran, lele akan merasa hidup di ruangan yang cukup luas karena jika bergerak tidak akan pernah menemukan ujung. Hasilnya, dengan pergerakan terbatas itu, nutrisi makanan akan berguna untuk pembentukan daging.
Inovasi budi daya lele di buis beton dirancang sesuai habitat lele yang suka kondisi gelap dengan suhu stabil dan suka berkumpul dalam lubang (ngerong). Buis beton berukuran 60 cm dan tinggi 80 cm dapat diisi bibit ikan sekitar 200 ekor dengan hasil panen sekitar 20 kilogram. Harga jual, yaitu Rp18.000 per kg.
