HarianBernas.com – Perang kerap menjadikan orang-orang yang terlibat di dalamnya menjadi kreatif. Sebabnya demi tuntutan strategi bertahan hidup dan memenangkan perang dengan segala cara, mereka harus pandai memanfaatkan apapun yang tersedia di sekitarnya. Hal itu pula yang dipraktikkan oleh para gerilyawan komunis Vietkong semasa Perang Vietnam masih berlangsung.
Daerah tempat pasukan Vietkong beroperasi didominasi oleh kawasan pegunungan yang dipenuhi oleh hutan yang rimbun. Kayu-kayu pepohonan inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh pasukan Vietkong untuk membuat jebakan.
Jebakan kayu yang mereka buat beragam bentuknya. Salah satu contoh jebakan Vietkong yang paling lazim dibuat terdiri dari sebuah lubang galian di atas tanah yang dipasangi duri-duri kayu di bagian dasar serta tepinya.
Jika tentara musuh tidak sengaja menapakkan kakinya di atas penutup lubang, kaki mereka akan terperosok dan kemudian tertusuk. Jebakan macam ini dikenal dengan sebutan “batang Punji”.
Supaya tentara yang menjadi korban jebakannya mengalami infeksi parah dan demam tinggi, tidak jarang prajurit Vietkong mengoleskan kotoran manusia pada duri jebakannya. Fungsi utama batang Punji sendiri bukanlah untuk membunuh, melainkan sebatas untuk melumpuhkan prajurit musuh sehingga rekan-rekannya terpaksa memapahnya dan mobilitas mereka menjadi lebih terbatas.
Perang Vietnam merupakan salah satu perang terbesar yang pernah terjadi di Asia Tenggara pada abad ke-20. Ketika perang berakhir pada tahun 1975, Vietnam yang awalnya terpisah sebagai dua negara mengalami penyatuan kembali.
