JAKARTA, HarianBernas.com – Forum Dialog HIPMI bersama HIPMI Edu mengadakan seminar bagaimana menjadi entrepreneur yang tangguh, pada Selasa (27/9/16). HIPMI memandang ini perlu dibahas secara mendalam dan komprehensif agar masyarakat tidak terjebak secara euforia memahami trend pengembangan entrepreneurship di Indonesia
Doktor Anggawira ketua BPP HIPMI melihat entrepreneurship harus didasari dari sebuah semangat menciptakan nilai tambah, kemanfaatan dan menciptakan legacy bagi kehidupan. Lebih jauh lagi para entrepreneur ini sangat layak menjadi calon pemimpin masa depan. Anggawira juga melihat entrepreneurship harus banyak dikembangkan pada sisi hulu bisnis
Putu Putrayasa owner BERNAS menyatakan bahwa sebagai pebisnis memang dirinya sengaja mengembangkan banyak portfolio. Bukan berarti ini tidak fokus, tetapi ini sengaja dilakukan untuk menjadi kekuatan bisnisnya karena mengingat iklim dan ekosistem bisnis yang ada di Indonesia. Putu juga menyatakan bahwa UKM juga layak untuk mendorong bisnisnya memasuki IPO.
“Entrepreneurship adalah mengubah sampah menjadi emas” ucap Roy Darmawan motivator wirausaha ASEAN dan pengajar universitas Indonesia. Menurut Roy kegiatan dagang tidaklah otomatis menjadikan seseorang itu melakukan entrepreneurship. Roy juga sangat prihatin melihat tingkat mahasiswa yang berhasil menjadi entrepreneur hanya berkisar 10% dari sekian banyak yang sengaja dibimbing dan dimotivasi saat mengikuti pendidikan entrepreneurship dikampus-kampus
Acara diskusi berjalan cukup tajam dan mendalam dengan membahas berbagai aspek nyata bagaimana kondisi perkembangan pengembangan entrepreneur saat ini. Pada prinsipnya ketiga narasumber sepakat bahwa pentingnya entrepreneurial mindset bagi generasi muda. Pinpin Bhaktiar ketua program HIPMI Edu menutup sesi diskusi dengan kesimpulan bahwa entrepreneurship adalah sebuah keputusan memilih jalan hidup ketimbang sekedar keinginan untuk menjadi kaya raya.
