Yogyakarta, HarianBernas.com – Komunitas Usaha Mikro, Kecil, Menengah (KUMKM), Yogyakarta menyebutkan minimnya sosialisasi pemahaman wajib pajak palaku UMKM di Yogyakarta, Selasa (20/9).
“Padahal UMKM di DIY potensial berkontribusi untuk amnesti pajak, khususnya sektor kreatif,” terang Prasetyo Atmosutidjo, Ketua Komunitas Usaha Mikro Kecil Menengah (KUMKM) di Yogyakarta.
Banyak pelaku usaha sektor kecil dan menengah di Yogyakarta masih minim pemahaman tentang prosedur mengikuti program amnesti pajak. Pelaku UMKM di DIY yang memahami amnesti pajak belum ada 10 persen.
Penyebabnya, yaitu sosialisasi yang belum menjangkau seluruh pelaku usaha sektor itu. Untuk itu, KUMKM DIY beserta komunitas usaha lain telah bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Yogyakarta untuk menggencarkan sosialisasi amnesti pajak khusus UMKM.
Sosialisasi Amnesti Pajak juga diharapkan mampu menjelaskan keuntungan bagi UMKM, termasuk pemanfaatan dana repatriasi oleh pemerintah. “Apakah nanti ada dana yang kembali disalurkan ke sektor UMKM,” harapnya.
Akses permodalan di kebanyakan perbankan atau sektor formal lainnya saat ini masih susah ditembus pengusaha kecil apalagi mikro meski sudah ada program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga rendah. ?Kenyataanya masih sulit ditembus pelaku UMKM,”imbuh dia.
Padahal, UMKM merupakan sektor vital, tonggak perekonomian negara berkembang. Harapannya, melalui dana repatriasi amnesti pajak, UMKM memeproleh alternatif modal usaha.
Sementara itu, Sanityas Jukti Prawatyani, Kepala Bidang Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat (P2 dan Humas) Kanwil DJP DIY menyebut DJP DIY masih menyasar kalangan pengusaha di Yogyakarta sebagai prioritas pertama untuk ikut program amnesti pajak.
“Untuk tiga bulan pertama, kami masih akan menyasar pengusaha besar,” jelasnya.
Kalangan pengusaha besar Yogyakarta menjadi prioritas pada tahap awal karena potensi dan jumlahnya cukup besar. Selanjutnya, untuk prioritas berikutnya, yakni pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) karena potensinya bayar pajaknya cukup tinggi dan jumlahnya banyak di Yogyakarta.
