HarianBernas.com – Salah satu bangunan kuno dari Mesir yang paling terkenal adalah piramida. Bangunan yang aslinya merupakan makam raja-raja Mesir Kuno ini memiliki bentuk mengerucut yang sangat khas. Saking terkenalnya, piramida pun digunakan untuk menamai suatu bangun ruang.
Namun tahukah anda kalau tidak semua piramida di Mesir memiliki bentuk demikian? Piramida tersebut adalah piramida Djoser yang bentuknya berundak-undak layaknya tumpukan balok. Nama Djoser untuk menjuluki piramida ini berasal dari raja Mesir Kuno bernama sama yang bertahta pada abad ke-27 Sebelum Masehi.
Sebelum masa pemerintahan Djoser, raja-raja Mesir Kuno dimakamkan di bawah bangunan berbentuk kubus yang bernama mastaba. Namun atas saran dari menteri Djoser yang bernama Imhotep, Djoser membangun pemakaman untuk dirinya sendiri dengan bentuk dan ukuran yang jauh lebih megah. Dan bangunan itulah yang sekarang kita kenal sebagai piramida Djoser.
Ketika selesai dibangun, piramida Djoser memiliki tinggi 62 m. Di sekitar piramida terdapat bangunan-bangunan berukuran lebih kecil yang digunakan untuk acara-acara keagamaan. Djoser sendiri nantinya dimakamkan di ruangan bawah tanah piramida. Dibangunnya piramida Djoser nantinya menginspirasi raja-raja Mesir Kuno berikutnya untuk membangun piramida baru yang ukurannya lebih besar dan struktur dindingnya lebih halus.
