HarianBernas.com — Pemerintah Indonesia merilis health advisory atau imbauan kesehatan kepada WNI di Singapura atau yang akan pergi ke Singapura melalui Kementerian Kesehatan RI dan Kementerian Luar Negeri RI, Kamis (1/9).
Health advisory atau imbauan kesehatan dikeluarkan karena adanya satu WNI di Singapura positif terjangkit virus Zika. Selain itu, Pemerintah Singapura merilis jumlah warganya yang terjangkit virus Zika telah mencapai 115 jiwa.
“Bagi wanita hamil dianjurkan untuk tidak berkunjung ke daerah-daerah yang diketahui sedang mengalami penyebaran virus Zika,” tulis Kemenkes RI di laman websitenya.
Jika terpaksa melakukan perjalanan ke daerah, hendaknya melakukan tindakan pencegahan dari gigitan nyamuk secara ketat. Dianjurkan untuk menghindari gigitan nyamuk dengan cara memakai pakaian yang menutup lengan dan tungkai, menggunakan obat oles antinyamuk, dan tidur menggunakan kelambu atau tidur dalam kamar dengan jendela dan ventilasi memakai kassa anti nyamuk.
Sedangkan, untuk wanita yang merencanakan kehamilan, sebaiknya menunda selama delapan minggu pascakepulangan dari daerah tersebut. Bagi siapa saja yang baru kembali dari daerah yang diketahui telah terjadi penyebaran virus Zika diminta untuk memeriksakan kondisi kesehatannya dalam 14 hari setelah tiba di Indonesia dan segera memeriksakan diri ke dokter jika merasakan gejala demam, ruam kulit, nyeri sendi dan otot, sakit kepala dan mata merah.
Upaya lain untuk pengendalian vektor dilakukan dengan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di semua wilayah transportasi, laut, udara dan darat yang memiliki akses dengan negara terjangkit. Kemenlu pun mengimbau untuk mengawasi proses masuknya warga Singapura ke Indonesia, terutama lewat Batam.
