Gunung Kidul, HarianBernas.com– Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta baru mendengar dari media tentang sekolah lima hari, Jumat (9/9).
“Kami sebatas mendengar informasi dari media. Secara teknis, belum ada,” kata Sudodo, Kepala Disdikpora Gunung Kidul.
Disdikpora kini hanya menunggu keputusan dan belum mendapat instruksi lebih lanjut terkait penerapan lima hari sekolah, yakni Senin-Jumat, serta Sabtu sebagai hari keluarga. Kini tinggal menunggu keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy.
“Perlu dikaji jika sekolah sampai sore karena dampak pasti ada,”imbuh dia.
Kajian mengenai dampak terhadap anak jika harus sekolah sampai sore. Selain itu, fasilitas sekolah harus disiapkan, misal tempat istirahat yang digunakan saat istirahat siang karena tidak mungkin bisa belajar di ruang sekolah sampai sore. Keluarga pun harus menyiapkan bekal bagi anak.
Gunung Kidul, beberapa sekolah swasta sudah menerapkan full day school hingga enam hari.
“Karena biasanya orang tua bekerja, sore dijemput bersamaan orang tuanya pulang kerja,”jelasnya.
Sementara itu, Bahron Rosyid, Sekretaris Disdikpora Gunung Kidul mendukung wacana lima hari sekolah dan tinggal menunggu perintah dari pusat. “Mendukung, kita tunggu instruksi resminya.?
