Yogyakarta, HarianBernas.com – Keluarga Alumni Fakultas Ekonomika dan Bisnis (Kafegama) Universitas Gadjah Mada (UGM) rekomendasikan 10 sektor perekonomian kepada Pemerintah untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), Jumat (28/10).
Rekomendasi Kesepuluh sektor perekonomian itu adalah (1) industri makanan dan minuman, (2) Pertanian dan peternakan, (3) perikanan, (4) energi baru dan terbarukan, (5) industri dasar, (6) ekonomi digital, (7) kesehatan, (8) pendidikan tinggi, (9) tenaga kerja, dan (10) pariwisata.
?Kafegama memberi rekomendasi tersebut kepada pemerintah untuk hadapi MEA,” jelas Hendri Saparini, Ketua Tim Penyusun buku ?Menumbuhkan Ekonomi Kerakyatan, Memenangkan Masyarakat Ekonomi ASEAN? di Kampus Fakultas Ekonomi dan Bisnis UGM.
MEA akan mengokohkan ASEAN sebagai kawasan ekonomi yang penting untuk pasar tunggal dan salah satu basis produksi dunia.
Sebagai anggota ASEAN, Indonesia mempunyai kekayaan sumber daya, misal sumber daya alam (SDA), sumber daya manusia (SDM), dan sumber daya budaya yang beragam. Selain itu, posisi geografis Indonesia yang menguntungkan.
Kekayaan-kekayaan itu menjadi modal Indonesia sebagai kekuatan ekonomi yang besar dan patut diperhitungkan di ASEAN.
Untuk bisa memanfaatkan kekuatan itu, dibutuhkan cara pandang, dukungan strategi, dan kebijakan yang tepat. Integrasi ekonomi ASEAN tidak seharusnya dipandang sebagai potensi ancaman karena memunculkan banyak peluang. Yang diperlukan terobosan untuk menyiasati ancaman menjadi peluang.
