HarianBernas.com – Peristiwa nahas terjadi di Kamerun pada hari Jumat (21/10/16). Kereta padat penumpang yang melayani rute Yaounde-Douala mengalami kecelakaan pada pukul 11 siang waktu setempat. Akibatnya, 55 orang dilaporkan tewas dan 575 lainnya mengalami luka-luka.
Edgar Alain Mebe Ngoo yang menjabat sebagai Menteri Perhubungan Kamerun menyatakan kalau peristiwa kecelakaan terjadi 120 km di sebelah barat Yaounde. Sementara menurut pengakuan pegawai jalur kereta terkait, kereta yang mengalami kecelakaan tersebut mengangkut 1.300 penumpang. Jumlah tersebut dua kali lebih banyak dibandingkan jumlah rata-rata yang biasanya hanya mencapai 600 penumpang.
Sebelum kecelakaan terjadi, delapan gerbong baru ditambahkan pada kereta untuk menampung lebih banyak penumpang. Namun tidak diketahui apakah tindakan tersebut memang memiliki dampak langsung atas kecelakaan yang terjadi. Penambahan penumpang sendiri terjadi karena di hari yang sama dengan kecelakaan kereta, jalan bebas hambatan yang menghubungkan Douala dengan Yaounde sedang mengalami kelumpuhan akibat adanya kerusakan pada jembatan.
Menurut kesaksian salah satu penumpang yang menghuni gerbong di dekat lokomotif, awalnya suara keras terdengar dari belakang. Ketika saksi tersebut melihat ke belakang, gerbong yang ada di belakang ternyata sudah berada di luar jalur rel. Tak lama kemudian, gerbong-gerbong di depannya terguling satu demi satu. Sang saksi juga mengaku kalau ia melihat begitu banyak asap ketika peristiwa kecelakaan itu terjadi.
Yaounde dan Douala merupakan dua kota terbesar sekaligus terpenting di Kamerun. Jika Yaounde berfungsi sebagai ibukota negara yang bersangkutan, maka Douala merupakan kota pelabuhan yang ramai.
