Close Menu
BERNAS.id
    Berita Terbaru

    Perkuat Literasi dan Inklusi Keuangan, Menkeu Purbaya Hadiri Jogja Financial Festival 2026

    May 22, 2026

    Pansus KLA DPRD Kota Yogyakarta Soroti Soal Klitih hingga Daycare

    May 22, 2026

    Imigrasi Palu Kenalkan Tujuh Inovasi Digital Karya Peserta Magang

    May 22, 2026

    Banyak Pasar Belum Layak, DPRD DKI Sebut Sejumlah Bangunan Tak Penuhi Standar SLF

    May 22, 2026

    Stok Masih Kurang, Sleman Melarang Hewan Kurban Tak Kantongi SKKH

    May 22, 2026
    Facebook Instagram Threads X (Twitter) YouTube TikTok LinkedIn RSS
    • Google News BERNAS
    • Tentang BERNAS
    • Redaksi BERNAS
    • Pedoman Media Siber
    Facebook Instagram Threads X (Twitter) YouTube TikTok LinkedIn RSS
    BERNAS.id
    • Home
    • Regional
      • Internasional
      • Nasional
      • Daerah
        • DK Jakarta
        • DI Yogyakarta
        • Jawa Tengah
        • Jawa Timur
    • Finance

      Perkuat Literasi dan Inklusi Keuangan, Menkeu Purbaya Hadiri Jogja Financial Festival 2026

      May 22, 2026

      Siswa SMAN 28 Jakarta Antusias Sambut Program KEJAR DKI

      May 19, 2026

      DIY Jadi Tuan Rumah Pembukaan Seleksi Calon Anggota Industri Kreatif Syariah (IKRA) Tahun 2026

      April 30, 2026

      Ninja Xpress Luncurkan Ninja Cross Border: Dari Indonesia ke Dunia

      April 26, 2026

      XPORIA 2026, Dorong Peran Bank Daerah sebagai Penggerak Ekonomi Ibu Kota

      April 22, 2026
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Karir
    • Lifestyle
    • Politik
    • Hukum
    • Other
      • Travel
      • Entertainment
      • Opini
      • Tokoh
      • Budaya
      • Religi
      • Lingkungan
      • Kesehatan
      • Olahraga
      • Desa
      • Beragam
        • Bernas TV
        • Citizen Journalism
        • Editorial
        • Highlight
        • Inspirasi
        • Press Release
        • GlobeNewswire
    • Channel Jakarta
    BERNAS.id
    Home»Lifestyle»Perayaan 200 Tahun Serat Centhini dalam Borobudur Writers & Cultural Festival 2016
    Lifestyle

    Perayaan 200 Tahun Serat Centhini dalam Borobudur Writers & Cultural Festival 2016

    LathivaBy LathivaOctober 13, 2016Updated:September 22, 2024No Comments
    Telegram WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Email
    Share
    Telegram WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Email

    HarianBernas.com ? Borobudur Writers & Culutural Festival (BWCF) ialah festival tahunan yang diadakan oleh Samana Foundation. Festival ini merupakan wahana bertemunya para penulis dan juga pekerja kreatif serta aktivis budaya yang membuat sebuah kerangka dialog lintas batas serta pemahaman intercultural dengan dengan basis pengembangan dan perluasan pengetahuan atas berbagai khazanah.

    Oleh karena itu, para creator budaya maupun masyarakat yang hidup dalam berbagai budaya itu sehingga bisa dapat mendayagunakan semua khazanah yang dengan kebutuhan saat ini.

    Baca juga Segera Digelar, Bernas Writing Academy

    Pastinya festival ini merupakan sarana pertemuan antarkomunitas, antarkelompok dan juga menjadi ruang dialog secara aktif diantara berbagai karya budaya kepada masyarakat. Dari sinilah adanya pemahamam yang snagat mendalam di antara individu atau komunitas buaya ini di dalam mencakup ruang serta waktu yang tidak ada batasnya.

    Tentu saja ini merupakan sebuah festival yang digunakan sebagai ruang untuk segala imajinasi di dalam berbagai bentuk ekspresif.

    Borobudur Writers & Culutural Festival (BWCF) 2016 kali ini mempunyai tema setelah 200 tahun Serat Centini, Erotisme & Religiusitas Dalam Kitab-kitab Nusantara yang diadakan pada pekan ke-2 di bulan Oktober 2016. BWCF kali ini dilakukan di 2 kota yakni Yogyakarta dan Magelang.

    BWCF 2016 Merayakan 200 Tahun Serat Centini Sebagai Karya Besar Nusantara

    Serat Centhini merupakan sebuah karya besar di dunia kesusastraan Jawa yang sudah disusun di awal abad ke-19. Serat yang mempunyai genre puisi panjang dan dapat digubah di dalam bentuk lagu atau tembang macapat.

    Serat Centhini sendiri diprakarsai oleh Putera Mahkota Kerajaan Surakarta yakni Adipati Anom Amangkunagara III serta telah menduduki tahta yang mempunyai gelar Sunan Paku Buwana V.

    Kemudian setelah beliau menjadi raja maka Sunan Paku Buwana V mempunyai tiga pujangga keraton yang mahir untuk dapat membuat serat , yakni Ranggasutrasna, Yasadipura II serta Sastradipura yang bertujuan untuk meneruskan penulisan cerita tentang segala hal bagaimana kehidupan di dalam bentuk tembang macapat.

    Selain itu, Serat Centhini sudah ditulis selama lebih kurang 9 tahun dimana dari tahun 1814 sampai 1823 Masehi.

    Jika dilihat, isi  dari Serat Centhini ini terdiri dari sejarah, pendidikan,  arsitektur, falsafah,geografi,  agama, mistik, sulapan, ilmu kekebalan, ramalan, perlambang, bahkan sampai bercerita tentang ?ora, fauna, serta seni.

    Baca juga Sweet Museum / Yuk Main ke Museum, Upaya Museum Sonobudoyo Tarik Pengunjung

    Di dalam kitab ini pun mempunyai berbagai ulasan tentang khazanah erotika. Tetapi ini bisa dikatakan juga sebuah buku seluruh pengetahuan atau ensiklopedia tentang kehidupan orang Jawa yang dimulai dari awal abad ke-19.

    Jika berbicara tentang ulasan mengenai seksualitas, tentu saja hal ini akan dapat memperlihatkan pandangan khas yang memiliki perbedaan dari Tantrayana yang sudah berkembang dari waktu yang sebelumnya, yakni di masa Singasari serta Majapahit.

    Bahkan pandangan tentang adanya seksualitas seperti ini bukan hanya memiliki berbagai kitab sastra klasik sehingga dapat berlanjut dalam karya sastra kontemporer.

    Sebagai apresiasi dari karya serat centhini, di dalam 1 dasawarsa terakhir ini. Kitab ini pun diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, sedangkan untuk versi bahasa Inggrisnya terdapat dalam versi yang lebih singkat, seni tari, pelbagai novelisasi, fotografi. Selain itu, juga di lakukan ziarah perjalanan di berbagai tempat serta rekonstruksi kuliner yang terdapat dalam isi kitab ini.

    Tentu saja berbagai hal yang dilakukan tersebut merupakan sebagai bentuk apresiasi tinggi terhadap Serat Centhini yang merupakan kitab klasik budaya Jawa.

    Baca juga Puluhan Penyair Dunia Akan Bertemu di Banda Aceh

    Di samping Serat Canthini, sebenarnya di tanah air ini juga terdapat epos panjang bahkan dapat dikatakan merupakan epos paling panjang di dunia yakni Sureq Galigo atau disebut juga dengan nama I La Galigo yang dibuat oleh masyarakat Bugis pada abad ke-13.

    I La Galigo merupakan kitab paling besar yang menceritakan kisah penciptaan manusia serta petualangan tokoh Sawerigading yang ada di seluruh penjuru dunia.

    Jika Serat Centhini merupakan ensiklopedia masyarakat Jawa di awal abad ke-19 maka I La Galigo adalah ensiklopedia dari Bugis yang berbicara tentang kehidupan manusia serta segala hal yang mempunyai kaitannya dengan alam semesta.

    Oleh karena itu, Borobudur Writers & Cultural Festival (BWCF) 2016 akan kembali memberikan apresiasi terbaiknya kepada 2 karya sastra klasik ini. Sehingga di tahun 2016 ini, BWCF akhirnya telah memasuki tahun ke-5.

    Pastinya festival ini secara konsisten untuk mengangkat berbagai tema budaya klasik Nusantara. Oleh karena itu, Perayaan Serat Centhini dan I La Galigo merupakan suatu upaya untuk dapat menggali khazanah klasik yang bermanfaat untuk memahami serta membentuk kebudayaan Nusantara yang ada di dalam konteks kekinian serta masa depan.

    Berbagai Acara di Borobudur Writers & Cultural Festival 2016

    • Seminar Penulis

    Acara seminar ini berlangsung dari tanggal 6 sampai 8 Oktober 2016 di Plataran Restaurant. Acara seminar ini melibatkan penulis serta para pakar tentang Serat Centhini dan juga berbagai kitab klasik, dengan memakai tema utama yakni ?Erotisisme dan Religiusitas di Nusantara? yang kemudian dibagi di dalam beberapa sub-tema.

    Baca juga Tips Menulis Ala Penulis Supernova, Dewi 'Dee' Lestari

    Beberapa sub tema tersebut ialah,

    Tema pertama ? Tafsir Serat Centhini

    Tafsir Serat Centhini ini membahas tentang berbagai tafsir dari dimensi seksualitas serta religiusitas di dalam perspektif kebudayaan Jawa di dalam umumnya, deskripsi geografis terkait perjalanan para tokohnya. Selain itu ada juga khazanah kuliner yang kemudian diceritakan dalam kitab ini dengan berbagai alih wahana seperti seni lainnya yakni novel di dalam kancah sastra modern.

    Dalam tema ini terdapat dua sesi seminar yakni,

    1. Seksualitas dan religiusitas di dalam Serat Centhini dan juga hubungannya dengan tradisi Islam di Nusantara.

    Pembicara dalam seminar ini ialah Elizabeth D. Inandiak, Kartika Setyawati dan Dr. Manu Widyaseputra. Dengan moderator Sudibyo, M.Hum

    2. Khazanah kuliner dan Jawa Klasik di dalam Serat Centini, Seks dan Religiusitas dalam karya sastra Jawa Klasik dan Serat Centhini dimana dilakukan juga Pengenalan tokoh Serat Centhini di Jawa Timur.

    Pembicara dalam seminar sesi 2 ini ialah Agus Wahyudi, Prof. Dr. Timbul Haryono dan KH, Agus Sunyoto. Dengan moderator Otto Sukatno CR.

    Tema Kedua – Erotisisme di dalam Kitab-kitab Klasik Nusantara

    Dalam tema ini seminar akan membahas tentang berbagai permasalahan khazanah erotisisme di dalam kitab klasik maupun tradisi lisan yang sudah beredar di berbagai budaya di Nusantara.

    Serta, kaitannya dalam pandangan seksualitas yang ada di dalam budaya-budaya lokal, seperti kitab I La Galigo serta tradisi Bissu di Bugis Makassar, Kidung Malat yang berasal dari Bali serta berbagai kitab klasik yang berasal dari Sunda, Batak, Padang, serta Papua.

    Dalam tema kedua ini terdapat dua sesi seminar yakni,

    1. Sejarah dan tafsir I La Galigo, Bissu di dalam tradisi Bugis, Bali dan juga tradisi Malat.

    Pembicara di dalam seminar ini ialah Dr. Halilintar Latief, Dr. Muhlis Hadrawi, Drs. Dwi Cahyono, M.Hum dan Dr. Sirtjo Koolhof. Dengan moderator Dr. Kris Budiman.

    Baca juga Bernas Writing Academy, Cara Mudah Jadi Penulis Buku

    2. Erotisme dan religiusitas dalam naskah klasik, kitab batak, sastra Padang dan Masyarakat Jawa.

    Pembicara ialah Dr. Robert Sibaranai, Salfia Rahmawati dan Raja Suzana. Dengan moderator ialah Prof. Dr. Suwardi Endraswara.

    Tema ketiga – Erotisisme dalam Sastra Indonesia Kontemporer

    Bercerita tentang khazanah erotik yang ada di dalam sastra Indonesia kontemporer. Oleh karena itu, apakah karya sastra kontemporer Indonesia sudah mengangkat isu seksualitas yang mempunyai hubungan serta khazanah sastra klasik atau sesuatu yang terpisah?

    Lantas apa yang menjadi konteks kebudayaan dari kemunculan topik seksualitas yang ada di dalam sastra Indonesia kontemporer? Lantas apa makna seksualitas yang berada di dalam kebudayaan kontemporer?

    Baca juga Kritik Kelompok Penulis Global India pada Budaya Intoleransi

    Sedangkan untuk tema terakhir ini pembicaranya adalah Dr. Gadis Arivia, Dr. Emanuel Subangun, Dr. Katrin Bandel dan Dinar Rahayu. Sedangkan untuk moderator ialah Prof. Dr. Faruk HT.

    • Pentas Seni, Pameran dan Pertunjukan

    Suatu acara foto dan pementasan seni pertunjukan, sastra, teater, tari dan musik yang sudah mengangkat tema Serat Centhni dan Erotisme di dalam Kebudayaan Nusantara. Acara tersebut diadakan  diadakan di beberapa tempat sekitar Borobudur, di antaranya adalah Desa Mantran Wetan yang berada di Bukit Andong.

    Pengisi acara dalam pementasan ini adalah Komunitas Lima Gunung, PM Toh dan masih banyak lagi. Sedangkan untuk pembaca puisi ialah Oka Rusmini, Ali Arsy, dan Chyntia Hariadi. Pementasan ini berlangsung pada tanggl 6 Oktober 2016.

    Pementasan pun dilakukan pada tanggal 7 Oktober 2016 di Seminari Menengah St. Petrus Kanisius Mertoyudan Magelang. Dengan pementasan seni yang berasal dari orchestra siswa seminari Mertoyudan, Komunitas Lima Gunung, Komunitas Bissu yang berasal dari Sulawesi Selatan, Reyog Bulkiyo yang berasal dari Blitar, Ganzer Lana yang berasal dari NTT dan Heri Lentho yang menarikan tari tentang Centhini serta tari suprapto Suryodarmo.

    Untuk pembaca puisi dalam pementasan terakhir ialah Norman Erikson Pasaribu, F. Aziz Manna dan Sosiawan Leak. 

    Selain seni pertunjukan juga diadakan pameran foto karya foto Fendi Siregar dengan cara mendokumentasikan khazanah kultural yang melakukan perjalanan napak tilas dari Serat Centhini. Ada juga pameran lukisan oleh Langgeng Art Foundation yang juga menampilak beberapa karya pelukis terkemuka Indonesia yang memakai Tema Yang Erotis, Yang Religius.

    Baca juga Dibilang Sastrawan di Buku Soal Sekolah, Raditya Dika Pilih Disebut Penulis Ganteng

    • Musyawarah Penulis dan Penerbit Bersama BEKRAF

    Ini merupakan acara pertemuan penerbit dan penulis bersama dengan Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) agar dapat merintis Asosiasi Penulis-Penerbit Indonesia.

    • Workshop Cerpen Kompas

    Ini merupakan acara workshop membuat cerita pendek yang diadakan oleh Kompas bersama dengan Putu Fajar Arcana dan Joko Pinurbo.

    • Penghargaan Sang Hyang Kamahayanikan Award

    Ini merupakan pemberian penghargaan untuk para penulis, tokoh ilmu pengetahuan dan budaya yang sudah memberikan kontribusi besar terhadap sebuah pemahaman khazanah kebudayaan terlebih khazanah erotisme serta religiusitas yang ada di Indonesia. Selain itu diadakan juga Deklarasi Asosiasi Penerbit ?Penulis oleh BEKRAF dan juga Pentas Seni oleh Agnes Christina dan DnD Music.

     

     

     

    Menulis
    Share. Telegram WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Email
    Lathiva

      Related Posts

      Hadir di Jogja, Rey’s Mediterranean Kitchen Padukan Budaya Eropa dan Timur Tengah

      May 17, 2026

      Maknai Perjuangan Emansipasi, Desainer Migi Bersama Sosialita Wanita Hebat Rayakan Hari RA Kartini

      April 23, 2026

      Seru-seruan Fun Walk Sulteng, Anwar Hafid Ikut Gowes Bareng Warga

      April 19, 2026

      Latest Women’s Shoulder Bags – Reel in All the Style Trends

      April 18, 2026

      AI WhatsApp Chatbot: Cara Kerja, Manfaat, dan Rekomendasi Platform Terbaik untuk Bisnis

      March 13, 2026

      Cari Matic 115cc Terbaik untuk Mobilitas Harian? Suzuki Nex II Solusinya

      March 2, 2026
      Leave A Reply Cancel Reply

      Berita Internasional Terbaru

      Pembiayaan UMKM oleh Jenfi Tembus US$100 Juta di Asia Tenggara

      May 20, 2026

      Pembiayaan UMKM oleh Jenfi Tembus US$100 Juta di Asia Tenggara

      May 20, 2026
      Berita Nasional Terbaru

      28 Tahun Reformasi, Aktivis UJB Luncurkan Buku Sejarah Gerakan Mahasiswa

      May 21, 2026

      Janabadra Club Dorong Sinergisitas Alumni Nasional untuk Kontribusi Almamater dan Bangsa

      April 13, 2026
      Berita Daerah Terbaru

      Pansus KLA DPRD Kota Yogyakarta Soroti Soal Klitih hingga Daycare

      May 22, 2026

      Imigrasi Palu Kenalkan Tujuh Inovasi Digital Karya Peserta Magang

      May 22, 2026
      BERNAS.id

      Office Address :
      Jakarta
      Menara Cakrawala 12th Floor Unit 05A
      Jl. MH Tamrin Kav. 9 Menteng, Jakarta Pusat, 10340

      Yogyakarta
      Kawasan Kampus Universitas Mahakarya Asia,
      Jl. Magelang KM 8, Sendangadi, Mlati, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, 55281

      Email :
      info@bernas.id
      redaksi@bernas.id

      Advertisement & Placement :
      +62 812-1523-4545

      Link
      • Google News BERNAS.id
      • Tentang BERNAS
      • Redaksi BERNAS
      • Pedoman Media Siber
      • Kode Etik
      • Verifikasi Dewan Pers BERNAS.id
      BERNAS.id
      Facebook Instagram Threads X (Twitter) YouTube TikTok LinkedIn RSS
      • Google News BERNAS
      • Tentang BERNAS
      • Redaksi BERNAS
      • Pedoman Media Siber
      © 2015 - 2026 BERNAS.id All Rights Reserved.

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.