HarianBernas.com ? Untuk beraktivitas sehari-hari, manusia memerlukan asupan makanan sebagai energi dan kalori. Selain itu, manusia juga membutuhkan vitamin dan mineral yang juga didapat dari makanan. Meskipun manusia dalam keadaan puasa, tidak makan dan tidak minum selama belasan jam, kebutuhan kalori, energi, dan vitamin dapat kembali diperoleh ketika saat berbuka puasa.
Hal ini menandakan bahwa tubuh bisa untuk sementara waktu tidak menerima asupan apapun karena sebelumnya tubuh sudah menyimpan cadangan makanan. Namun, setelah cadangan makanan tersebut dipakai maka tubuh memerlukan segera asupan baru untuk mengganti energi dan kalori yang hilang.
Pola makan dengan semboyan 4 sehat 5 sempurna tentu sangat akrab di telinga kita. Terlebih jika anda lahir pada tahun 80-90 an. Yang dimaksud dengan 4 sehat 5 sempurna adalah makan dengan menu nasi, sayur, lauk-pauk, buah-buah, dan disempurnakan dengan susu. Namun tahukah anda bahwa pedoman ini sebenarnya sudah usang dan tidak dipakai lagi sejak tahun 1994?
Kementerian Kesehatan RI telah mengeluarkan peraturan baru pada tahun 1994 dan direvisi pada tahun 2002 bahwa yang dipakai bukan lagi 4 sehat 5 sempurna melainkan Panduan Gizi Seimbang.
Manusia akan memperoleh gizi seimbang secara baik jika berpedoman pada 4 prinsip, yaitu:
1. Membiasakan makan makanan beraneka ragam
Yang dimaksud dengan makan makanan beraneka ragam yaitu dalam satu kali makan terdiri atas karbohidrat, sayur, buah, protein hewani (daging, ikan, ayam), protein nabati (kedelai dan kacang-kacangan lainnya).
Untuk mendapatkan manfaat dari seluruh bahan pangan makan keberagaman makanan perlu dilakukan. Karbohidrat tidak melulu nasi, anda bisa konsumsi kentang, singkong, atau jagung. Demikian juga sayuran dan protein, eksplore lah ragam makanan yang ada karena Indonesia menyediakannya dengan melimpah.
2. Pola hidup bersih
Mencuci tangan sebelum makan, mandi dengan teratur, dan menjaga kebersihan lingkungan adalah yang dimaksud dengan pola hidup bersih.
3. Pola hidup aktif dan berolah raga
Aktivitas fisik juga perlu dilakukan untuk mendapatkan tubuh yang sehat. Bisa dengan olah raga atau mengerjakan pekerjaan rumah seperti menyapu dan aktivitas fisik lainnya.
4. Pantau berat badan
Berapa pun usia anda dan apapun jenis kelamin anda, memantau berat badan wajib dilakukan. Seringkali orang tua ingin bayi atau balitanya tampak gemuk agar dibilang sehat. Padahal, jika tidak dipantau berat badan sesuai usia, jangan-jangan bayi atau balita tersebut menderita obesitas. Kurus bukan berarti tidak sehat.
Untuk orang dewasa atau yang sudah lanjut, badan yang terlalu gemuk rawan terserang berbagai macam penyakit, seperti jantung, darah tinggi, diabetes, stroke, dan lain sebagainya. Jaga pola makan anda dengan memantau berat badan anda.
