Yogyakarta, HarianBernas.com – Masyarakat Yogyakarta diimbau untuk mewaspadai Demam Berdarah Dengue (DBD) karena jumlah kasusnya sampai September ini telah melampaui jumlah kasus tahun sebelumnya, Kamis (13/10).
“Hingga September tercatat 1.285 kasus dengan 11 kematian. Padahal tahun sebelumnya hanya ada 943 kasus,” kata Yudiria Amelia, Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta.
Kenaikan kasus demam berdarah dengue yang cukup signifikan tahun ini, dapat menjadi peringatan bagi warga untuk meningkatkan kewaspadaan guna menghindari penyebarannya.
Peningkatan kasus DBD biasanya dimulai saat memasuki musim hujan atau akhir tahun. Di bulan September, rata-rata temuan kasus DBD setiap bulannya mencapai sekitar 100 kasus, bahkan pada Juni tercatat 205 kasus. ?Ini menjadi kewaspadaan bersama,”imbuhnya.
Yudiria menyebut peningkatan jumlah kasus demam berdarah tahun ini merata di berbagai kabupaten lain di Jogja. Upaya yang bisa dilakukan masyarakat untuk mencegah penyebaran DBD, yaitu adalah pemberantasan sarang nyamuk secara rutin.
Keberadaan juru pemantau jentik di tiap rumah juga diperlukan agar tidak ada jentik-jentik nyamuk pembawa virus DBD.
