Yogyakarta, HarianBernas.com– Forum Komunikasi Dokter Hewan Yogyakarta ingin mengembalikan citra kucing lokal agar tak tersisih dari kucing ras yang semakin digemari di komunitas pecinta kucing.
“Ada banyak keunggulan kucing lokal. Bahkan banyak warga asing lebih tertarik dengan kucing lokal karena bulunya selalu rapi dan mengkilap,” jelas Haris Darmawan, Ketua Forum Komunikasi Dokter Hewan Yogyakarta.
Masyarakat masih menilai kucing lokal berperangai buruk, tidak terawat, hidup liar sampai dicap pembawa toksoplasma.
Salah satu usaha menaikan citra kucing lokal, yaitu mengadakan kontes hewan kesayangan untuk tahun kedua.
Panitia menyediakan porsi kelas lomba yang lebih banyak untuk kucing lokal. Lomba disesuaikan dengan warna kucing lokal, misal (1) Kembang asem (red tabby), (2) Loreng hitam (silver tabby), (3) Hitam polos (black solid), (4) Putih polos (white solid), (5) Dua warna (bicolor), dan (6) Kelas kembang telon (tricolor).
Rencananya, lomba kucing lokal ini akan dilaksanakan bersamaan dengan lomba kelinci di Griya UMKM Yogyakarta, Minggu (9/10). Lomba kucing lokal ini juga menjadi satu rangkaian dengan Hari Ulang Tahun ke-260 Kota Yogyakarta.
Harapannya, pecinta kucing lokal bisa menunjukkan bahwa kucing lokal bisa dipelihara dengan baik. Pihaknya khawatir bila populasi kucing lokal bisa semakin berkurang karena tidak ada masyarakat yang tertarik memeliharanya.
