HarianBernas.com– Orangtua mana yang tidak bangga jika anaknya mendapatkan nilai yang baik di sekolahnya. Terlebih jika nilai bagus itu tidak hanya satu pelajaran. Tentu akan menjadi prestasi yang gilang-gemilang, bahkan predikat ranking 1 akan diraih oleh sang anak.
Kebanyakan orangtua tahu bagaimana harus bersikap ketika anak mereka mendapatkan nilai baik. Anak pun lebih mudah menyampaikan ke orang tuanya jika ia memperoleh nilai yang bagus. Akan tetapi, bagaimana jika yang terjadi adalah hal yang sebaliknya?
Yang perlu diingat adalah anak kita adalah manusia biasa. Sepandai-pandainya, ia pasti akan menemui sesuatu yang ia anggap sulit.
Bagaiamanakah sebaiknya orangtua bersikap ketika anak mendapatkan nilai jelek di sekolah?
1. Tidak langsung memarahi, tapi bertanya apa yang anak tidak mengerti
Boleh saja Anda merasa kaget atau kecewa dengan pencapaian anak Anda. Tapi, orang yang paling kecewa di sini sudah pasti adalah anak Anda sendiri. Jadi, jangan tambah kesedihannya dengan memarahinya karena hal itu tidak menyelesaikan masalah.
Ajak anak duduk dan ngobrol dari hati ke hati. Tanyakan, bagian mana yang ia tidak mengerti. Dengan cara ini, anak merasa mendapat teman berbagi. Malahan, dengan bantuan Anda, anak akan mendapatkan solusi.
2. Membandingkan nilai anak dengan nilai-nilai sebelumnya
Kembali menuntut anak mengapa nilainya kali ini tidak lebih bagus dibandingkan dengan nilai-nilainya sebelumnya tidak akan menyelesaikan masalah. Yang ada, Anda semakin marah dan anak semakin down. Kembalikan lagi rasa percaya diri anak. Nyatakan bahwa ia pernah meraih nilai tinggi maka untuk meraihnya kembali, bukan hal yang mustahil.
3. Membandingkan nilai anak dengan nilai teman-temannya
Setiap anak dilahirkan unik. Tidak ada anak yang dilahirkan bodoh. Jika sesekali anak menunjukkan sisi terlemahnya adalah hal yang manusiawi. Dengan membandingkan hasil nilainya yang tidak lebih baik daripada temannya, justru akan membuat anak tidak termotivasi.
4. Temui gurunya bukan untuk protes, tetapi mengajak diskusi
Prestasi anak di sekolah bukan semata-mata tanggung jawab guru di sekolah. Menyalahkan sepenuhnya pada guru ketika anak mendapat nilai jelek bukanlah hal yang bijak. Di sini, orang tua dan guru harus kompak menghadapi anak sehingga dapat membantu kesulitan sang anak.
