Yogyakarta, HarianBernas.com– Pemerintah Provinsi (Pemprov) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyebut minimnya ketersediaan psikolog di setiap puskesmas karena distribusi tidak merata, Minggu (17/10).
“Sleman dan Kotamadya Yogyakarta yang memiliki satu psikolog di satu puskesmas,” terang Arida Oetami, Kepala Dinas Kesehatan DIY.
Ketersediaan psikolog masih terbatas untuk Bantul, Kulon Progo, dan Gunungkidul. Pihaknya menyebut psikolog harus memperlihatkan eksistensi dan dedikasinya untuk melayani kesehatan jiwa masyarakat.
Harapannya, psikolog mampu menjalin sinergi dan komunikasi dengan tenaga kesehatan untuk meningkatan pelayanan kesehatan jiwa di masyarakat.
Arida prihatin terhadap kondisi layanan kesehatan jiwa di tingkat primer Indonesia yang saat ini di bawah standar. Penyebanya adalah minimnya psikiater, psikolog, ataupun perawat kesehatan jiwa dan fasilitas layanan kesehatan yang belum baik. Tidak mengherankan bila angka kejadian gangguan kesehatan jiwa di Indonesia masih tinggi.
?Demikan halnya dengan wilayah DIY yang tergolong tinggi jumlah penderita gangguan jiwanya di tingkat nasional,”imbuhnya.
Data Riset Kesehatan Dasar mencatat 3 per 1000 penduduk di Jogja yang mengalami gangguan jiwa berat. Umumnya terjadi di wilayah kantong-kantong kemiskinan di Jogja, bukan secara keseluruhan.
Selain itu, banyak penderita gangguan mental di Jogja belum teridentifikasi sehingga tidak mendapatkan pelayanan kesehatan jiwa.
