Yogyakarta, HarianBernas.com – BPP Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) meyakini bahwa industri rumah tangga menjadi industri yang mampu bertahan dari dampak krisis ekonomi, Senin, (10/10).
“Industri yang bisa bertahan hadapi krisis ekonomi atau anti krisis ekonomi adalah industri rumah tangga,” jelas Bahlil Lahadalia, Ketua Umum BPP HIPMI.
Alasannya, (1) industri rumah tangga tidak bergantung pada pembiayaan yang bersumber dari luar negeri. (2) Minimnya kredit yang bermasalah dengan perbankan (3) Minim berorientasi ekspor, (4) Industri kreatif miliki target pasar nasional besar dengan besarnya potensi jumlah penduduk.
Pihaknya akan terus mendorong agar UMKM seperti industri rumah tangga bisa terus ditumbuhkan. Harapannya, perekonomian Indonesia tumbuh signifikan tanpa terdampak gejolak ekonomi global.
Sepakat dengan yang diyakini HIPMI, Triwara Buddhi Satyarini, Dosen Agribisnis Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menjelaskan ketika krisis ekonomi melanda dunia tahun 1997 lalu, banyak kelompok industri rumah tangga bertahan, sementara industri menengah dan besar bangkrut.
Dapat bertahan karena keberlangsungan hidup keluarga pelaku industri rumah tangga tergantung dari usaha yang dikelola. Jadi, industri rumah tangga bisa menjadi salah satu solusi dalam menghadapi krisis ekonomi.
