Yogyakarta, HarianBernas.com – Awal tahun 2017, penerima beras untuk masyarakat miskin (raskin) Kota Yogyakarta akan menerima bantuan dalam bentuk nontunai, Minggu (10/10).
“Yogyakarta satu dari 44 kota di Indonesia yang mengawali pelaksanaan program bantuan pangan nontunai melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS),” jelas Hadi Muchtar, Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Yogyakarta.
Dana bantuan berupa uang secara rutin tiap bulan akan disalurkan melalui kartu keluarga sejahtera. Pembuatan kartu keluarga sejahtera dapat berfungsi seperti kartu ATM. E-warong menyediakan kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula pasir, dll.
Jumlah yang akan diterima sebesar Rp110.000 per bulan yang dipakai untuk berbelanja kebutuhan di “e-warong”.
“Tak hanya untuk berbelanja beras, tetapi kebutuhan lain yang dibutuhkan,” imbuhnya.
Di Kota Yogyakarta ada 16.031 kepala keluarga penerima manfaat program raskin.
“Data penerima raskin secara lengkap sudah harus dikirim ke pemerintah pusat paling lambat akhir Desember,” ucapnya.
Uang yang diterima tidak wajib dihabiskan, tapi bisa disimpan karena tidak akan hangus seperti tabungan. Untuk “e-warong”, jumlah akan ditambah di seluruh kecamatan dan ditargetkan bisa meladeni 1.000 penerima raskin. Jumlahnya akan ditambah menjadi 15 ?e-warong?. Saat ini, “e-warong” baru ada satu di Bintaran, Kecamatan Mergangsan.
