HarianBernas.com – Ali Tranghanda menggambarkan bahwa banyak yang melihat menjadi pengembang properti itu gampang dan mudah. Namun tentunya tidak sesederhana yang dipikirkan. Faktor resiko harus menjadi salah satu pertimbangan yang harus dikelola dengan baik.
Direktur Indonesia Property Watch (IPW) dan pengamat properti nasional ini menyatakan bahwa memasuki dunia properti bukan hanya sekedar cukup mengetahui teknik membangun atau memasarkan, karena lebih dari itu semua bisnis properti merupakan bisnis multi disiplin. Baik dari aspek keuangan, pembiayaan, investasi, pasar, pemasaran, penjualan, hukum, dan teknik.
Diantara beberapa multi disiplin yang ada, aspek pasar merupakan hal yang sering terabaikan. Mengingat kemampuan dan pengetahuan mengenai pasar berkembang secara dinamis. Secara teori mungkin telah banyak yang berubah, yang tidak lagi sesuai engan kondisi pasar saat ini. Karenanya wawasan mengenai pasar akan memberikan sebuah nilai unggul tersendiri bagi pengembang untuk dapat membaca pergerakan pasar ke depan, dan bukan hanya bersifat data historikal ke belakang.
Terkait hal itu juga seorang pengembang yang unggul membutuhkan sebuah pemikiran yang inovatif untuk memberikan diferensiasi terhadap para pengembang lainnya. Sebuah inovasi dan diferensiasi tidak selalu harus sesuatu yang baru. Namun bagaimana membuat yang biasa menjadi luar biasa. Dan itu semua dilalui dengan proses pemikiran yang inovatif dan kreatif.
Sebagai pembicara pada event “Developer Properti Tangguh Songsong 2017” Ali mengapresiasi apa yang telah dilakukan HIPMI Edu. “Bahwa ini sangat bermanfaat untuk memberikan wawasan yang lengkap bagi para pengembang muda untuk mengisi kekosongan wawasan dan pengetahuan yang mungkin tidak diberikan di bangku perkuliahan” tuturnya.
