Yogyakarta, HarianBernas.com– Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) lakukan Operasi Pasar Cabai Rawit Merah untuk menekan harganya yang semakin tinggi di pasaran, Rabu (12/1).
Operasi pasar (OP) tahap pertama digelar di sejumlah Rumah Pangan Kita (RPK) Kota Yogyakarta. Berikut, fakta-fakta yang ditemukan terkait cabai di Yogyakarta, yaitu:
Pertama, selain masih di bawah harga jual di pasaran yang rata-rata di kisaran Rp90.000 per kg, petani di DIY menjual cabai rawit merah kepada Bulog dengan harga Rp80.000 per kg.
Kedua, Bulog memang belum memiliki lahan cabai sendiri sehingga kami membeli dari petani yang masih menjual Rp80.000 per kg.
Ketiga, seharusnya harga cabai masih di kisaran Rp20.000-Rp25.000 per kg.
Keempat, menurut, Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan DIY (BKPP DIY) Arofah Noor Indriani mengatakan produksi cabai di DIY sesungguhnya jauh lebih tinggi dari kebutuhan masyarakat.
Kelima, produksi cabai DIY sesungguhnya 3-4 kali lipat dari kebutuhan karena rata-rata produksi cabai di DIY mencapai 80 ton per tahun, sedangkan kebutuhan masyarakat berkisar sekitar 20-25 ton per tahun.
Keenam, 75 persen produksi cabai di DIY lebih banyak disalurkan ke daerah-daerah lain seperti Jawa Barat dan DKI Jakarta.
Ketujuh, kualitas cabai di DIY banyak diminati daerah lain
Kedelapan, petani cabai di DIY lebih memilih menjual ke daerah lain karena dapat dijual dengan harga tinggi.
Kesembilan, untuk mencukupi kebutuhan masyarakat, Yogyakarta justru harus mendatangkan dari cabai daerah lain seperti Muntilan dengan harga yang lebih tinggi.
Kesepuluh, Pemda DIY masih belum memiliki instrumen untuk mengendalikan lalu lintas perdagangan cabai agar tidak banyak mengalir ke luar daerah.
