HarianBernas.com – AS dan Meksiko merupakan mitra dagang yang dekat. Hal yang wajar karena kedua negara tersebut berbatasan langsung. Namun hubungan dekat tersebut terancam rusak menyusul naiknya Donald Trump menjadi presiden baru AS. Rencana Trump membangun tembok di perbatasan dan menarik pajak dari produk-produk Meksiko yang diekspor ke AS adalah penyebab utamanya.
Meksiko pun mengambil manuvernya tersendiri untuk mengurangi ketergantungannya dari AS. Financial Times memberitakan kalau Meksiko berencana menghilangkan tarif dagang untuk komoditas jagung yang diimpor dari Brazil dan Argentina. ?Saya merasa cukup optimis mengenai kemungkinan memiliki perjanjian dengan negara-negara ini secepatnya,? kata Deputi Menteri Ekonomi Meksiko Juan Carlos Baker.
AS selama ini menjadi sumber utama komoditas jagung yang diimpor oleh Meksiko. Tahun 2016 saja, sekitar 98 persen jagung di Meksiko berasal dari AS dan nilainya mencapai 17,7 milyar dollar. Jika impor jagung oleh Meksiko sampai berkurang, dampaknya dipastikan bakal turut dirasakan oleh para produsen jagung di AS.
Baker membantah kalau mengimpor jagung dari Amerika Selatan adalah hal yang tidak ekonomis. ?AS mengekspor lewat kereta. Membawa barang-barang dari dari Argentina atau Brazil menggunakan kapal yang biayanya masih murah,? papar Baker. Rencananya Baker bakal melakukan kunjungan langsung ke Argentina pada bulan April atau Mei sebelum kemudian bertolak ke Brazil.
Selain dengan negara-negara Amerika Selatan, Meksiko juga berencana membangun hubungan ekonomi yang lebih dekat dengan negara-negara Oseania, Asia Tenggara, dan Jepang. Negara-negara tersebut tergabung dalam Aliansi Transpasifik. Namun mundurnya AS dari pakta dagang tersebut mengurangi manfaat ekonomi yang bisa dinikmati oleh negara-negara terkait.
