HarianBernas.com – RS-28 Sarmat bukanlah nama yang akrab di kalangan awam. Namun bagi para petinggi militer negara-negara Barat, nama tersebut adalah nama yang patut diwaspadai. Pasalnya itu adalah nama dari misil antar benua (ICBM) yang tengah dikembangkan oleh Rusia. Misil raksasa ini juga memiliki nama lain Satan 2.
Negara-negara rival Rusia pantas menaruh kewaspadaan lebih pada Sarmat. Sebabnya adalah misil raksasa tersebut memiliki jangkauan tembak sejauh 10 ribu kilometer dengan kecepatan terbang mencapai 7 kilometer per detik. Bergantung dari lokasi pemasangannya, Sarmat sanggup menjangkau target yang berlokasi di Inggris maupun di AS.
Sarmat mampu memuat 10 hulu ledak nuklir yang ledakannya 2 ribu kali lebih kuat dibandingkan bom atom yang dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki. Daya ledaknya yang luar biasa tersebut menjadikan Sarmat secara teoritis cukup kuat untuk menghancurkan wilayah sebesar Perancis atau Texas. Sarmat juga didesain untuk menghindari pantauan radar.
Kabar mengenai keberadaan Sarmat pertama kali diumumkan pada bulan Oktober 2016. Pengembangan misil raksasa ini dilakukan oleh perusahaan militer Makeyev. Rencananya misil ini bakal mulai dioperasikan oleh militer Rusia per tahun 2018. Namun rencana uji coba misil ini terus mengalami penundaan. The Moscow Times pada hari Kamis (23/3/2017) mengumumkan kalau uji coba Sarmat baru bisa dilaksanakan pada akhir tahun ini.
