HarianBernas.com – Masih banyak hewan di dunia ini yang masih belum teridentifikasi oleh manusia. Namun seiring dengan kian majunya teknologi dan makin banyaknya wilayah di Bumi yang dikunjungi oleh manusia, jumlah spesies hewan yang teridentifikasi oleh manusia pun terus bertambah. Baru-baru ini, para ahli berhasil mengidentifikasi tiga spesies baru ular.
Ketiga spesies baru tersebut ditemukan di Ekuador. Salah satu di antaranya diberi nama ilmiah Atractus cerberus. Nama tersebut terinspirasi dari anjing penjaga neraka di mitologi Yunani karena ular ini menghuni lantai hutan yang sedang mengalami penggundulan akibat pembangunan kilang minyak. Fenomena yang oleh Alejandra Arteaga dan rekan-rekan penelitinya dianggap serupa dengan kondisi neraka yang penuh dengan hal-hal buruk.
Dua spesies lainnya masing-masing diberi nama ilmiah A. esepe dan A. pyroni. Belum diketahui apakah kedua spesies ular tersebut berada dalam kondisi terancam punah. Namun kondisi demikian diyakini tengah menimpa A. cerberus. Alasannya adalah karena ular berwarna cokelat dan kuning ini ditemukan di habitat hutan yang terisolasi dari kawasan hutan yang lain akibat penggundulan.
Sebelum ketiga spesies baru tersebut ditemukan, sudah ada setidaknya 140 spesies anggota genus Atractus yang sudah teridentifikasi terlebih dahulu oleh manusia. Semua spesies Atractus memiliki habitat asli di Amerika Selatan dan Tengah. Alex Pyron yang mendanai ekspedisi tim peneliti pimpinan Arteaga merasa khawatir kalau penambangan di wilayah Ekuador akan mengancam integritas habitat liar setempat.
