HarianBernas.com – Mazen Faqha adalah petinggi militer kelompok Hamas yang meninggal pada hari Jumat (24/3/2017). Menurut pihak Hamas, Faqha tewas akibat ditembak di kota Gaza bagian selatan. Juru bicara Hamas Iyad al-Bozum menyalahkan Israel sebagai dalang pembunuhan Faqha sambil bersumpah kalau kematian Faqha tidak akan berakhir sia-sia.
Pembunuh Faqha tidak tertangkap ketika beraksi karena mereka menggunakan senapan yang sudah dilengkapi dengan peredam suara. Ayman al-Batniji yang bertindak sebagai juru bicara kepolisian menambahkan kalau Faqha ditemukan dengan empat peluru bersarang di kepalanya.
Karena Faqha adalah orang dengan peran penting bagi Hamas, tidak mengherankan kalau prosesi pemakamannya pun dihadiri oleh banyak orang. Ribuan orang pada hari Sabtu terlihat memenuhi jalanan kota Gaza untuk mengiringi jasad Faqha.
Di tengah-tengah kerumunan massa, sejumlah orang bersenjata dan berkostum serba hitam terlihat mengusung keranda mayat Faqha. Mereka adalah anggota Hamas yang mengawal prosesi pemakaman sesama anggotanya.
Faqha sempat ditangkap oleh Israel pada tahun 2003 dan terancam menghadapi hukuman penjara seumur hidup. Namun ia bersama seribu orang Palestina lainnya kembali menghirup udara bebas setelah Israel setuju untuk membarter tahanan milik mereka dengan tentara Israel bernama Gilad Shalit yang sedang ditahan oleh Hamas. Sejauh ini Israel belum memberikan tanggapan mengenai apakah mereka memang berada di balik tewasnya Faqha.
