HarianBernas.com – Empat penjual roti ditangkap oleh aparat Venezuela pekan ini karena membuat kue. Kendati terdengar aneh, kenyataannya peristiwa tersebut benar-benar terjadi di Venezuela. Pemerintah Venezuela memang mewajibkan semua toko roti di seluruh Venezuela untuk membuat roti balok dengan kuota 90 persen demi mengatasi masalah krisis pangan di Venezuela.
Langkah pemerintah Venezuela tidak sampai di situ. Sejak awal pekan ini, inspektur dan tentara juga diterjunkan ke ibukota Caracas untuk memastikan kalau kebijakan tersebut benar-benar dijalankan. Ada sekitar 700 toko roti yang digrebek oleh aparat Venezuela. Penggrebekan massal itupun berujung pada ditangkanya 4 penjual roti.
Dua di antara mereka ditangkap karena dituduh menggunakan terlalu banyak terigu untuk membuat roti manis dan croissant (sejenis roti berbentuk menyerupai bulan sabit). Dua lainnya ditangkap karena dituduh menggunakan terigu kadaluarsa untuk membuat brownies. Aparat Venezuela juga mengambil alih aktivitas di sebuah toko roti hingga 90 hari ke depan.
Venezuela selama tiga tahun terakhir dilanda krisis ekonomi parah akibat menurunnya harga minyak dunia dan kesalahan pengelolaan ekonomi. Dampaknya, rakyat Venezuela harus mengantri setiap harinya hanya untuk menerima kebutuhan sehari-hari. Kelompok produsen roti juga turut menerima dampak dari krisis ekonomi ini. Mereka sekarang kekurangan persediaan tepung terigu dan berkeinginan menjual produk-produknya dengan harga yang lebih tinggi supaya bisa tetap beroperasi.
