HarianBernas.com – Banjir tengah menjadi masalah besar di Peru. CBC memberitakan kalau jumlah korban tewas akibat banjir di Peru sudah mencapai 72 orang. Banjir yang sedang menimpa Peru ini memang sudah termasuk dalam kategori sangat serius karena menyebabkan sungai meluap dan tanah longsor.
Banjir di Peru ini disebabkan oleh tingginya curah hujan selama beberapa hari terakhir. Kawasan pantai utara menjadi kawasan dengan dampak terparah. Sejumlah jembatan runtuh dan tempat-tempat umum digenangi oleh air. Akses jalan darat ke sejumlah desa menjadi lumpuh. Video yang sempat beredar di jejaring sosial pada awal pekan ini juga menunjukkan pemandangan sungai yang dipenuhi oleh timbunan batang kayu.
Ibukota Lima juga tidak luput dari dampak banjir. Padahal Lima selama ini memiliki iklim yang kering akibat lokasinya yang dekat dengan gurun. Jalanan kota Lima terlihat dipenuhi genangan air dan lumpur. Polisi sampai harus membantu warga lokal menyeberangi jalan dengan bantuan tali supaya mereka tidak terseret arus. Banjir ini juga berdampak pada macetnya pasokan air bersih untuk warga Lima.
Banjir yang tengah melanda Peru merupakan banjir terburuk yang pernah menimpa negara tersebut dalam kurun waktu 30 tahun terakhir. Tingginya curah hujan ini disebut-sebut sebagai dampak dari meningkatnya suhu permukaan di Samudera Pasifik akibat El Nino. Tingginya suhu lantas berdampak pada meningkatnya air laut yang menguap dan berubah menjadi awan pembawa air hujan. Kondisi ini diperkirakan masih bakal terus berlanjut hingga dua pekan ke depan.
