HarianBernas.com – Penggunaan bahan bakar fosil seperti minyak bumi disinyalir sebagai salah satu penyebab utama timbulnya pemanasan global dan perubahan iklim. Ide untuk menggunakan pembangkit listrik dari sumber daya terbarukan pun digalakkan. Sinar matahari merupakan contoh sumber daya terbarukan yang lazim dimanfaatkan sebagai sumber tenaga listrik.
Pembangkit listrik tenaga matahari sendiri memiliki kelemahan tidak bisa mendapatkan pasokan energi yang dibutuhkan jika cuaca sedang hujan. Keterbatasan tersebut kini coba diatasi oleh tim peneliti asal Tiongkok. Nature World News mengabarkan kalau tim peneliti dari Universitas Samuderai Tiongkok mengembangkan panel surya yang bisa memanfaatkan tetesan air hujan sebagai sumber tenaganya.
Konsep utama dari pengembangan panel surya tersebut berakar dari pemahaman kalau air hujan yang jatuh ke permukaan tanah tidak mengandung air murni. Melainkan sudah bercampur dengan semacam partikel garam yang memiliki ion positif dan negatif. Tim peneliti lantas menambahkan lapisan grafena di atas pelat panel surya. Ion positif dari air hujan nantinya akan menempel pada lapisan grafena dan menimbulkan aliran listrik.
Tim peneliti sudah melakukan uji coba dengan menggunakan siraman air yang sudah dicampur partikel garam untuk mensimulasikan air hujan. Hasilnya, panel tersebut sukses memproduksi tegangan listrik. Pengujian panel surya yang sudah dimodifikasi ini sendiri masih berada dalam tahap awal. Mereka berniat melakukan uji coba lanjutan dalam kondisi curah hujan yang lebih minim.
