HarianBernas.com – Banyak orang yang memendam rasa takut akan laba-laba. Khususnya kepada laba-laba yang berukuran besar. Kasus demikian juga berlaku untuk laba-laba jaring corong. Laba-laba yang sarangnya memang berbentuk menyerupai terowongan tersebut ditakuti karena memiliki racun yang mematikan. Jika sampai tergigit, manusia korbannya bisa meninggal hanya dalam waktu kurang dari setengah jam.
Meskipun beracun, ternyata laba-laba jaring corong tetap memiliki manfaat bagi manusia. Tim peneliti asal Australia baru-baru ini mengumumkan kalau racun laba-laba jaring corong bisa digunakan untuk memperbaiki otak pasien stroke. Pengumuman tersebut dibuat setelah mereka menganalisa kode DNA dari racun laba-laba jaring corong.
Dalam penelitian yang mereka lakukan, mereka menemukan komponen yang bisa digunakan untuk memperbaiki sel-sel otak yang terkena stroke. Menurut anggota tim peneliti yang bernama Glenn King, pihaknya percaya kalau penemuan ini bisa menjadi solusi untuk mengurangi dampak kerusakan otak pada orang yang terserang stroke.
Racun laba-laba jaring corong memang mematikan bagi manusia. Namun komponen protein dari racun itu sendiri sama sekali tidak berbahaya bagi manusia. Ketika mereka menyuntikkan komponen protein tersebut pada tikus yang terkena stroke, dampak kerusakan yang timbul pada otak tikus tadi bisa dipangkas hingga 80 persen.
Ketika molekul protein yang bernama Hil tersebut diberikan pada tikus delapan jam setelah terkena stroke, tingkat penurunan kerusakan otaknya berkurang menjadi 65 persen. Hasil penelitian King dan rekan-rekannya tersebut diterbitkan di situs jurnal PNAS pada tanggal 20 Maret.
