HarianBernas.com – Sudah empat pekan sejak Claudio Ranieri dipecat dari kursi manajer Leicester. Performa Leicester yang awalnya terseok-seok secara perlahan mulai membaik semenjak klub berlogo rubah tersebut tidak lagi ditangani oleh Ranieri. Namun pemecatan manajer yang membawa Leicester menjuarai Liga Inggris musim lalu tersebut tetap meninggalkan cerita yang tidak sedap.
Jamie Vardy seperti yang diberitakan oleh Daily Mail mengeluh kalau dirinya menerima perlakuan yang tidak mengenakkan usai dipecatnya Ranieri. Pemain yang berposisi sebagai penyerang tersebut mengaku beberapa kali menerima pesan berisi ancaman pembunuhan kepada keluarganya. Bahkan istri dan anaknya nyaris mengalami kecelakaan setelah orang yang tidak dikenal mencoba memaksa mobil yang dikendarai istri Vardy melaju keluar jalur.
Vardy menambahkan kalau ia menerima hujatan dan ancaman setiap pekannya di media sosial. Ia sendiri tidak yakin kalau ancaman tersebut datang dari pendukung Leicester, melainkan dari masyarakat umum yang tidak menyukai dirinya. Vardy menambahkan kalau ia belum melaporkan ancaman yang diterimanya ke polisi karena menurutnya, tanggapan terbaik yang bakal ia dapat adalah larangan menggunakan media sosial bagi para pelaku.
Pemain bernomor punggung 9 tersebut lantas kembali menegaskan kalau dirinya tidak pernah terlibat dalam aksi protes yang dilakukan para pemain untuk mendorong pemecatan Ranieri. Karena seusai pertandingan leg pertama Liga Champions antara Leicester kontra Sevilla, dirinya sedang menjalani tes doping selama tiga jam. Pertandingan tersebut sekaligus menjadi pertandingan terakhir Leicester bersama Ranieri.
