Kebumen, HarianBernas.com-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen bakal membuat pilot project pendistribusian beras untuk masyarakat miskin, dalam program Beras Sejahtera (Rastra) yang sesuai aturan. Hal ini lantaran di Kebumen masih banyak desa yang menyalurkan rastra tidak tepat sasaran.
Hal itu dikatakan Bupati Kebumen HM Yahya Fuad, rapat koordinasi dan sosialisasi subsidi Beras Sejahtera (Rastra) di Kabupaten Kebumen 2017, Senin (20/3). Di daerah pilot project, Rumah Tangga Sasaran ( RTS) akan membeli Rastra sesuai hak mereka sebanyak 15 kg per bulan, “Kita akan bikin pilot project di beberapa desa, kita kawal untuk berbuat baik bagi masyarakat,” kata Yahya Fuad .
Selama ini, penyaluran beras subsidi khusus untuk masyarakat miskin dibagi rata. Untuk itu, masyarakat yang seharusnya tidak berhak ikut menerimanya. “Rastra yang menjadi hak mutlak warga miskin, tapi karena kebijakan kades terbagi rata,” ujar bupati.
Kepada Pemerintah diminta untuk mendistribusikan rastra kepada yang berhak. Selain itu, masyarakat yang sudah mampu juga diminta untuk tidak meminta jatah.”Meski dianggap sudah lumrah, kebiasaan akan mendorong masyarakat yang tidak miskin jadi miskin,” tegas Yahya Fuad.
Namun demikian, Bupati mengaku bangga di Kabupaten Kebumen ternyata ada desa yang menjadi juara II Jawa Tengah sebagai desa penyalur rastra terbaik, yakni Desa Kretek, Kecamatan Rowokele. Desa ini menjual Rastra kepada ke RTS kepada yang berhak. Program rastra tahun lalu di Kabupaten Kebumen terserap seratus persen.
Kepala Bagian Perekonomian Pemkab Kebumen Hj Wahyu Siswanti, SE, MSI menjelaskan, pagu rastra Kabupaten Kebumen pada tahun 2017 sebanyak 1.773.525 kilogram. Dari pagu tersebut dialokasikan untuk 118.235 RTS. Harga Tebus Rastra (HTR) tahun ini tidak mengalami kenaikan, yaitu sebesar Rp 1.600 per kilogram. (nwh)
