HarianBernas.com – Tidak selamanya aksi kemanusiaan akan selalu ditanggapi hangat oleh orang lain. Hal itulah yang menimpa Paolo Cortezi. Pastor asal Italia tersebut terpaksa angkat kaki dari kota Belene, Bulgaria utara, setelah ia ketahuan menampung keluarga pengungsi asal Suriah di gereja lokal yang dikelolanya.
Cortezi mengumumkan hal tersebut pada hari Jumat (10/3/2017). Lewat akun Facebook miliknya, ia menulis kalau Gereja Katolik di Italia memanggilnya pulang setelah keputusannya menampung pengungsi asal Timur Tengah menuai kritikan dan penolakan dari warga lokal.
Cortezi sendiri sama sekali tidak menyesal atas tindakan yang dilakukannya. Ia mengaku kalau tindakannya sama sekali tidak memiliki motif politik dan hanya ingin melindungi orang-orang Suriah di dekatnya yang sedang kesusahan. Ia kemudian menyatakan kalau ia pergi sebagai pengungsi dari Bulgaria dengan kepala tegak dan rasa bangga.
Di kalangan warga Bulgaria, Cortezi sudah lama dikenal sebagai sosok yang aktif. Ia gigih mencoba mengubah citra kelam Belene yang di masa silam menjadi lokasi kamp kerja paksa rezim komunis Bulgaria. Gereja Katolik Bulgaria dalam pernyataan resminya juga memberikan dukungannya terhadap tindakan Cortezi terhadap keluarga pengungsi Suriah.
Namun sikap berbeda ditunjukkan oleh Gereja Ortodoks Bulgaria selaku lembaga agama mayoritas Bulgaria. Dalam dua pernyataan resmi yang dibuatnya pada tahun 2015 dan 2016, mereka menganjurkan pemerintah supaya berhenti menerima pengungsi. Kebetulan Bulgaria memang menjadi salah satu negara Eropa yang kerap dilalui pengungsi karena lokasinya yang dekat dengan Asia.
