HarianBernas.com – Alam sedang tidak bersahabat dengan penduduk Madagaskar. Al Jazeera pada hari Sabtu (11/3/2017) memberitakan kalau setidaknya 38 orang tewas dan 180 lainnya mengalami luka-luka akibat badai topan Enawo yang menerjang Pulau Madagaskar bagian utara. Badai yang sama juga memaksa lebih dari 53 ribu orang mengungsi meninggalkan tempat tinggalnya.
Badai Enawo pertama kali tiba di Madagaskar pada hari Kamis dari arah Samudera Hindia. Thierry Venty selaku sekretaris eksekutif lembaga penanganan bencana alam memaparkan kalau badai tersebut meninggalkan kerusakan hebat di setiap jalur yang dilewatinya.
Badai yang sama sekarang bergerak ke arah selatan dan berangsur-angsur melemah. Menurut lembaga Palang Merah, Badai Enawo merupakan badai terkuat yang pernah menerjang Madagaskar sejak tahun 2012.
Belum diketahui total kerusakan yang ditimbulkan oleh Badai Enawo. Pasalnya kerusakan yang menimpa jalur transportasi melumpuhkan akses menuju kawasan pelosok yang turut menjadi korban amukan badai. Terlebih lagi hampir 90 persen jalanan di Madagaskar masih berupa jalan tanah yang belum teraspal.
Serangan Badai Enawo juga diperkirakan bakal membawa dampak serius bagi sektor ekonomi setempat. Penyebabnya adalah karena wilayah Sava yang merupakan wilayah penghasil vanila utama untuk Madagaskar turut berada dalam cakupan serangan badai. Ancaman gagal panen pun kini mulai membayangi petani-petani vanila setempat.
