HarianBernas.com – Suasana mencekam tengah melanda Kota Batumi. Kota di Georgia yang terletak di pesisir Laut Hitam tersebut pada hari Minggu (12/3/2017) dilanda kerusuhan parah antara polisi dan warga setempat. Akibat kerusuhan ini, 11 polisi dan 10 demonstran harus menjalani perawatan di rumah sakit akibat terluka dalam bentrokan.
Kerusuhan ini berawal dari tindakan polisi yang mendenda sejumlah pengguna jalan karena parkir di sembarang tempat. Ketika mereka menolak membayar denda, polisi pun lantas menangkap mereka. Warga lokal lantas beramai-ramai memprotes polisi yang kemudian berlanjut menjadi bentrokan.
Ratusan pemuda beramai-ramai melempari polisi memakai batu. Mereka juga membakar mobil-mobil polisi yang terparkir di sepanjang jalan. Polisi lantas membalasnya dengan cara melepaskan gas air mata dan tembakan peluru karet. Wartawan lokal Luke Pertaia melaporkan kalau kerusuhan masih berlanjut hingga malam hari. Ia juga mengunggah foto bagian depan kantor polisi di Batumi yang sedang terbakar.
Untuk mencegah kerusuhan bertambah buruk, Menteri Dalam Negeri Giorgi Mgebrishvili sudah memerintahkan polisi untuk membebaskan orang-orang yang sebelumnya ditahan akibat menolak membayar denda. Namun ia juga menambahkan kalau mereka yang terlibat dalam kerusuhan dan merasa dirinya di atas hukum akan menerima hukuman berat. Politikus dari kubu oposisi di lain pihak menuding kalau kerusuhan ini disebabkan oleh denda yang terlampau tinggi untuk pelanggaran lalu lintas kecil.
