HarianBernas.com – Bunga dan serangga pemakan nektar memiliki hubungan saling menguntungkan yang dikenal sebagai simbiosis mutualisme. Pasalnya ketika hinggap di bunga, serangga-serangga seperti kupu-kupu dan lebah memanfaatkan nektar yang ada di dalam bunga sebagai makanannya. Bunga di lain pihak juga mendapatkan manfaat dari datangnya serangga karena mereka membantu proses penyerbukan dengan cara membawa serbuk sari ke putik.
Masalah timbul karena populasi serangga penyerbuk bunga belakangan mengalami penurunan. Menurut laporan yang dirilis oleh lembaga riset IPBES, banyak spesies lebah dan kupu-kupu yang tengah menghadapi bahaya kepunahan. Padahal banyak tanaman penghasil buah dan sayuran yang bergantung pada serangga untuk melakukan penyerbukan dan berkembang biak.
Solusi alternatif pun ditempuh oleh tim ilmuwan asal Jepang supaya penyerbukan bunga bisa tetap dilakukan tanpa bergantung pada serangga. Mereka menggunakan drone mini yang ukurannya hanya sebesar kupu-kupu untuk melakukan penyerbukan. Drone mini tersebut dilengkapi dengan 4 buah baling-baling dan lapisan lengket berwarna kehitaman supaya serbuk sari bisa melekat di atasnya.
Menurut anggota tim peneliti yang bernama Eijiro Miyako, uji coba penyerbukan menggunakan drone mini ini adalah yang pertama kalinya di dunia. Namun Miyako mengakui kalau drone ini masih memiliki keterbatasan dan belum bisa menggantikan serangga penyerbuk bunga seutuhnya. Ia pun berharap agar penambahan sistem GPS dan kecerdasan buatan bisa mengatasi masalah keterbatasan tersebut.
