HarianBernas.com – Durian runtuh tengah menimpa AS. CNN memberitakan kalau cadangan minyak mentah baru-baru ini ditemukan di Alaska. Tidak tanggung-tanggung, jumlah minyak yang ada di dalamnya dilaporkan mencapai 1,2 milyar barel. Jumlah tersebut sekaligus menjadikan cadangan minyak tadi sebagai cadangan minyak terbesar yang pernah ditemukan di wilayah AS selama tiga dasawarsa terakhir.
Penemuan tersebut pertama kali diumumkan oleh perusahaan minyak Repsol dan Armstrong Energy. Cadangan minyak tersebut ditemukan di sebuah sumur minyak bernama Tapal Kuda yang hak eksploitasinya memang dimiliki oleh kedua perusahaan tadi.
Menurut juru bicara Repsol yang bernama Kristian Rix, penemuan ini merupakan hal yang menarik sekaligus signifikan. Pasalnya sebelum cadangan minyak raksasa ini ditemukan, minyak yang ditambang dari lokasi tersebut diprediksi bakal habis dalam waktu dekat.
Bill Walker selaku gubernur Alaksa tidak bisa menyembunyikan rasa gembiranya atas penemuan ini. Menurutnya, penemuan cadangan minyak tersebut akan berdampak positif pada pengoperasian jalur pipa minyak setempat yang tiga perempatnya sekarang tengah berada dalam kondisi kosong.
Alaska memang menjadikan sektor migas sebagai sumber pendapatan utamanya. Namun menurunnya harga minyak dunia dan menipisnya cadangan minyak yang tersisa membawa dampak negatif bagi perekonomian negara bagian yang diapit oleh Kanada dan Rusia tersebut.
Begitu besarnya dampak yang ditimbulkan oleh kedua faktor tadi sampai-sampai pemerintah negara bagian Alaska harus berhenti merekrut pegawai negeri baru dan membatasi kegiatan kunjungan pegawainya.
