HarianBernas.com – Malaysia menunjukkan sikap tak gentar di tengah memburuknya hubungan bilateral negara tersebut dengan Korea Utara. Menteri Pertahanan Hishammuddin Hussein pada hari Senin (13/3/2017) mengumumkan kalau negaranya punya keunggulan jika harus terlibat perang dengan Korea Utara.
Di hadapan para wartawan yang memenuhi lobi gedung Parlemen, Hussein mengakui kalau Malaysia memang tidak cukup kuat jika harus berperang satu lawan satu melawan Korea Utara. Sebab menurutnya, Korea Utara sangat mendedikasikan pembangunan mereka di sektor pertahanan.
Namun ia kemudian menambahkan kalau Malaysia memiliki keunggulan yang tidak dimiliki oleh Korea Utara. Keunggulan tersebut adalah keberadaan negara-negara sahabat yang siap membantu Malaysia.
Hussein memberi contoh kasus hilangnya pesawat Malaysia dengan nomor penerbangan MH370 pada tahun 2014 lalu. Ketika pesawat milik maskapai Malaysia Airlines tersebut dinyatakan hilang, 26 negara beramai-ramai memberikan bantuannya untuk menemukan pesawat yang hingga sekarang keberadaannya masih belum jelas tersebut.
Kendati begitu, Hussein menekankan bahwa Malaysia sebaiknya menghindari jalur perang selama masih memungkinkan. Ia juga menambahkan kalau masalah tewasnya Kim Jong Nam harus dipandang secara adil dan tidaklah sebesar isu-isu internasional lain.
Aparat Malaysia menyatakan kalau Kim Jong Nam tewas pada tanggal 13 Februari akibat racun yang tergolong sebagai senjata pemusnah massal. Mereka juga sudah menetapkan sejumlah warga negara Korea Utara sebagai buronan. Korea Utara menolak mengakui hasil penyelidikan aparat Malaysia dan melarang warga negara Malaysia di negaranya untuk pergi keluar negeri. Malaysia lantas membalasnya dengan melakukan tindakan serupa kepada warga negara Korea Utara yang masih ada di Malaysia.
