Yogyakarta,HarianBernas.com– Pemerintah Kota Yogyakarta menyelenggarakan aksi donor di Balaikota Yogyakarta pada Selasa (14/3). Aksi donor darah itu dalam rangka menyambut Hari Kesehatan Dunia yang jatuh pada tanggal 7 April 2017 yang akan datang.
“Aksi donor darah itu juga untuk menggugah kesadaran seluruh lapisan masyarakat di kota Yogyakarta termasuk karyawan di lingkungan Pemkot Jogja agar dapat menyumbangkan darahnya secara sukarela,” kata Kepala Dinas Kesehatan dr, Fita Yulia Kisworini, M.Kes di Yogyakarta, Selasa (14/3).
Diketahui, tujuannya donor darah teraebut di antaranya ikut membantu menyediakan permintaan darah dari berbagai rumah sakit di Yogyakarta melalui PMI Kota Yogyakarta. Fita berharap aksi donor darah itu akan meningkatkan jumlah donor darah sukarela tetap.
“Kegiatan aksi donor darah itu melibatkan tenaga pemeriksa dan transfusi darah dari PMI Kota Yogyakarta. Kami menargetkan sekitar 300 orang pendonor akan menyumbangkan darah mereka,” ujar Fita.
Fita menjelaskan, syarat seseorang menyumbangkan darah adalah berusia 17- 60 tahun, dalam kondisi sehat, bebas obat dalam 1 minggu terakhir, cukup makan dan cukup tidur sebelum pelaksanaan donor darah. Bagi wanita, lanjut dia, tidak sedang mengalami menstruasi.
Selain memperingati Hari Kesehatan Dunia, aksi donor darah itu juga dalam rangka peringatan hari jadi Satpol PP Kota Yogyakarta. Persediaan darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Yogyakarta hingga bulan Maret 2017 ini dinyatakan aman untuk memenuhi kebutuhan dan permintaan darah dari berbagai rumah sakit di kota Yogyakarta.
Seorang petugas PMI Kota Yogyakarta, Sugiarto menambahkan, PMI Kota Yogyakarta juga melayani permintaan darah dari luar kota Yogyakarta. “Kota Jogja aman terus. Sampai berlimpah dan kami dropping ke luar daerah,” katanya.
Sugiarto menjelaskan, hingga Maret ini sampai akhir tahun (2017) nanti, persediaan darah Kota Yogyakarta aman untuk semua golongan darah. PMI Kota Yogyakarta pun telah melayani permintaan dari luar DIY seperti Semarang dan Klaten.
Sugiarto juga menerangkan, setiap hari kurang lebih 100 kantong darah diminta oleh rumah sakit di Yogyakarta dan sekitarnya. Meskipun permintaan banyak, lanjut dia, persediaan darah di PMI Kota Yogyakarta tidak mengalami kekurangan.
“Warga Jogja itu, sudah sangat sadar dalam menyumbangkan darahnya. Kita (PMI) sampai kewalahan, memenuhi permintaan aksi donor darah dari kelompok masyarakat, kampus, sekolah, instansi swasta, dan pemerintah. Saking banyaknya permintaan aksi donor darah kita sampai lempar ke daerah lain seperti Gunung Kidul, Bantul, dan Sleman,” kata Sugiarto. (m3)
