HarianBernas.com – Rusia kian aktif melibatkan diri dalam beragam peristiwa di luar negaranya. Reuters memberitakan kalau Rusia secara diam-diam menempatkan pasukan khusus Rusia di Mesir barat yang lokasinya tidak jauh dari perbatasan Libya. Mereka diduga sengaja ditempatkan di sana untuk mendukung fraksi Libya pimpinan Jenderal Khalifa Haftar.
Informasi tersebut didapat oleh Reuters dari para staf militer AS yang tidak disebutkan namanya. Mereka menambahkan kalau pasukan Rusia tersebut berjumlah 22 orang dan mengoperasikan drone militer. Mereka juga menginformasikan kalau sebulan sebelumnya, pasukan Rusia diketahui menggunakan pangkalan militer Marsa Matrouh milik Mesir.
Militer Mesir di lain pihak membantah kabar tersebut. Juru bicara militer Mesir, Tamer Al-Rifai menegaskan kalau tidak ada pasukan asing di wilayah Mesir karena keberadaan pasukan negara lain di wilayah Mesir sudah termasuk dalam masalah kedaulatan. Pemerintah Rusia dan AS sejauh ini belum memberikan pernyataan resmi mengenai isu keberadaan pasukan Rusia di Mesir.
Namun sumber-sumber di AS yang dikutip oleh Reuters membenarkan kalau Rusia memang memiliki kepentingan di Libya. Menurut senator Lindsey Graham, Rusia ingin ikut campur di Libya seperti halnya dengan yang mereka lakukan selama ini di Suriah. Sementara menurut diplomat AS yang tidak disebutkan namanya, Mesir sengaja membiarkan personil Rusia menggunakan pangkalan militer miliknya untuk keperluan latihan.
